Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Perketat Pengawasan Pergub Protokol Kesehatan Covid-19, Sat Pol PP Sumsel Kerahkan Ratusan Petugas

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mulai melakukan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) 37 tahun 2020 tentang protokol kesehatan.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
sripoku.com/jati
Kasat Pol PP Sumsel, Aris Saputra, saat melakukan sialisasi pergub Protokol Kesehatan di Pasar 16 Ilir Palembang, Kamis (10/9/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mulai melakukan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) 37 tahun 2020 tentang protokol kesehatan.

Untuk sosialiasi, edukasi dan penertiban masyarakat di lokasi potensi kerumunan, Pemprov Sumsel menggandeng berbagai pihak termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).

Kasat Pol PP Provinsi Sumsel, Aris Saputra, mengatakan, pihaknya menurunkan personil tim gabungan berjumlah 108 orang.

Bobol Rumah di Rusun 24 Ilir Palembang, Ardiansyah Terima Vonis Dipenjara 1,6 Tahun oleh Hakim

"Dari Pergub ini kami Satpol PP Sumsel membentuk tim gabungan yang melibatkan TNI, POLRI, kejaksaan, pengadilan timnas toga ,tokoh adat, dinas instansi yang terkait," katanya, usai meninjau sosialisasi Pergub Protokol Kesehatan di Pasar 16 Ilir Palembang, Kamis (10/9/2020).

Menurut Aris, tahapan sosialisasi pergub ini akan dilaksanakan dalam waktu sepekan hingga sampai sepuluh hari.

Setelahnya, dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan disiplin atau sanksi sebagaimana yang tertuang di pergub tersebut.

Satu Pelaku Pembakaran Lahan Asal Pedamaran Timur OKI Akan Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Adapun sasaran tempat sosialisasi yakni fasilitas umum, seperti pasar, mal tempat-tempat hiburan termasuk restoran dan karaoke, taman kota, perkantoran hingga pabrik.

"Sosialisasi ini ditujukan kepada seluruh masyarakat yang berada di Provinsi Sumsel, baik individu, instansi maupun organisasi," ujar dia.

Disebutkan Aris, untuk perorangan akan diberikan sanksi sosial kepolisian, yaitu tindakan fisik antara lain, push up, squat jam, dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, membersihkan fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Alami Kejang-kejang, Janda Ini Tewas Saat Berhubungan Badan Polisi Ungkap Sosok Pria Selingkuhannya

Sanksi ini diberikan sebagai efek jera atau pembelajaran bagi masyarakat untuk disiplin dan mentaati aturan ketentuan yang berlaku peraturan Covid-19.

Sementara, untuk instansi atau organisasi tingkatan sanksi mulai teguran lisan serta tertulis hingga penutupan tempat usaha.

"Untuk tempat usaha sanksi berupa denda hingga Rp15 juta, penghentian sementara operasional, bahkan tindakan tegas menutup operasional usaha," tegasnya

Aris menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait yang mengeluarkan izin, kemudian dengan pihak pengadilan, kejaksaan dan kepolisian sebagai unsur penegak peraturan.

Setelah Divonis Mati, Zuraida Hanum Kehilangan Hak Asuh Anak Hakim Pengadilan Agama Putuskan NO

"Koordinasi termasuk dengan Pol PP sendiri yaitu dengan melalui PPNS yang mempunyai kewenangan untuk melaksanakan penindakan pelanggaran Tindak Pidana Ringan (Tipiring)." jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved