Masih Terpuruk Di Alam Kemerdekaan

Senin 17 Agustus 2020 dua hari lagi akan diperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75, --me­ru­­pakan kemenangan rakyat Indonesia menghalau penjajah

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Kala itu mereka berjibaku dengan berbagai perlengkapan, bergrilya tanpa mengenal lelah dan ta­kut, masuk hutan keluar hutan mencari strategi untuk menghadang penjajah.

Mulai dari per­ju­ang­an yang bersifat lokal hingga nasional terus bergrilya.

Dimana daerah yang diduduki penjajah, ma­ka disitu pula para pejuang mengintai mereka.

Pekik ”Merdeka dan Allahu Akbar” silih berganti terdengar untuk membangkitkan semangat me­reka yang berjuang.

Merdeka atau mati menjadi dua pilihan yang tidak dapat ditawar-tawar.

Me­mang segala yang berbentuk perjuangan memerlukan pengorbanan apapun jenisnya.

Dan per­ju­ang­an mengusir penjajah memiliki resiko tinggi dan tidak semua orang yang dapat melaksanakannya.

Se­lain orang-orang yang berjiwa besar dengan semangat yang membaja. Apalagi yang dihadapi adalah penjajah yang memiliki perlengkapan yang modern, sedangkan para pejuang kita kala itu me­miliki perlengkapan ala kadarnya, seperti kebanyakan mengandalkan bambu runcing.

Tekanan-tekanan yang diberikan para penjajah membuat para pejuang kita memejamkan mata me­ng­hadapi serangan-serangan balasan walaupun kemudian banyak yang gugur di arena laga.

 Na­­mun dengan niat yang ikhlas dan menyerahkan keputusan kepada Allah, Tuhan yang Maha Ku­asa, akhirnya para penjajah angkat kaki dari Bumi Pertiwi dan tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, In­­donesia dapat memproklamirkan kemerdekaannya melalui Sukarno dan Bung Hatta.

Bila dihubungkan dengan kepercayaan agama, tentunya kemerdekaan Indonesia ini tidak terlepas da­ri karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, dan sekarang kita sudah menikmati hasil per-juangan para pah­­lawan-pahlawan kita itu.

Sudah sepatutnya kita yang ada sekarang sebagai anak-anak pejuang, terus berjuang untuk mengisi ke­merdekaan yang telah direbut dengan susah payah oleh pejuang-pejuang kita itu, minimal kita dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republi Indonesia (NKRI) ini.

Tentunya masih banyak yang perlu diperjuangkan seperti membangun di berbagai sektor kehidupan agar cita-cita pejuang ki­ta dahulu dapat terlaksana.

Sebagai hamba Tuhan Yang Maha Kuasa, kita wajib mensyukuri nikmat kemerdekaan ini, karena de­­ngan kemerdekaan itu bangsa kita dapat menentukan haluan hdupnya sendiri agar dapat hidup se­­jajar dengan bangsa-bangsa lain yang tidak terjajah.

Kemudian kemerdekaan ini memberikan ke­sem­patan kita untuk maju dan meningkatkan taraf hidup serta mengembangkan potensi jasamanian dan rohaniyah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved