Masih Terpuruk Di Alam Kemerdekaan

Senin 17 Agustus 2020 dua hari lagi akan diperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75, --me­ru­­pakan kemenangan rakyat Indonesia menghalau penjajah

Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Oleh : Drs. HM. Daud Rusjdi AW

Da’i Bid Tadwin/Mantan PNS Pendam II/Swj.

Senin 17 Agustus 2020 dua hari lagi akan diperingati sebagai Hari Kemerdekaan RI ke 75, --me­ru­­pakan kemenangan rakyat Indonesia menghalau penjajah dari negeri tercinta ini.

Sebagaimana ki­ta ke­tahui penjajahan memang merupakan perilaku yang sangat keji dan bertentangan dengan ke­ma­nu­siaan dan keadilan.

Sebab, kaum atau bangsa yang terjajah seperti bangsa tercinta ini akan terampas semua haknya, ba­­ik hak atas eknominya atas tanah dan tempat tinggalnya, hak atas kepemerintahannya, termasuk hak dalam menjalankan syar’i/Eat agamanya.

Mereka semua hidup dalam penuh ketertindasan.

Gam­­­baran ketertindasan dan penderitaan di masa penjajahan seperti itu dapat kita lihat pada apa yang telah terjadi dan dialami para pendahulu kita.

Memang sangat miris sekali, kita yang membaca atau mendengar cerita dimasa perjuangan me­re­but kemerdekaan itu saja, walaupun kita saat ini sudah jauh meninggalkan cerita itu, merasa ge­re­gat­an karena begitu kejamnya para penjajah ini.

Mereka memang biadab karena telah menginjak-in­jak prikemanusiaan dan prikeadilan.

Semuua dirampas oleh kekuasaan penjajah, sehingga ke­se­mua­nya serba terbatas, kalau tidak boleh dikatan semuanya tebatas sama sekali.

Sedangkan dari segi agamapun, mereka mereka juga dibatasi untuk menjalankan syari’atnya, se­hi­ng­ga semuanya serba terbatas.

Terhadap kaum penjajah yang telah merampas hak dengan paksa i­tu, Islam mengizinkan kepada kaum yang tertindas dan terampas haknya ini untuk bergerak mengobrak keterbatasan melawan mereka guna membela diri dan menuntut hak-hak yang telah te­rampas diambil kembali.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Al Bafarah ayat 2 yang berbunyi : ”dan perangilah mereka (penjajah) dimanapun saja kamu menjumpai mereka, dan usir kembali mereka dari tempat mereka mengusir kamu, dan fitnah itu lebih besar ba­ha­ya­nya dari pembunuhan”.

Bermula dari firman Allah inilah serta melihat dan merasakan kekejaman serta kekejian yang dirasakan, kemudian dengan kebersamaan berucap dengan nama Allah Yang Maha Besar.

Maka, bangkitlah penduduk di nusantara ini menjadi pahlawan untuk membela kebenaran guna mengusir penjajahan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved