Krisis Ekonomi 2020

Antisipasi Krisis Ekonomi 2020

McKinsey and Company mempublikasikan riset terbaru tentang potret kondisi ekonomi global pa­­da bulan maret 2020.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. Markoni Badri, MBA 

Pandemi COVID-19 menghantam perekonomian hampir semua negara di dunia, tak terkecuali In­donesia. 

Dunia saat ini mengalami krisis ekonomi, dan ini tentu saja akan berdampak pada e­konomi Indonesia.

Target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesa tahun 2020 akan ter­koreksi cukup tajam.

Beberapa lembaga keuangan global memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia, meng­a­lam­i penurunan yang cukup tajam.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di be­be­rapa daerah turut memberikan kontribusi semakin anjloknya ekonomi Indonesia.

Bank Dunia meramal bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami pertumbuhan bahkan di­per­ki­ra­kan justru pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 bisa minus 3,5. Persen.

Se­da­ng­kan, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di ta­hun ini hanya berada di kisaran 2,5 persen.

Selanjutnya, Moody's turut serta meramal pertum­buh­an ekonomi RI di 2020 berada di 3,0 persen.

Kemudian International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini di kisaran 0,5 persen.

Berdasarkan berita resmi Statistik No.39/05th XXIII terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2020 (yoy) hanya mencapai 2,97 persen dan qtq -2.41 persen.

Jika kita me­lihat sekilas ke belakang, ternyata pertumbuhan Produk Doestik Bruto (PDB) sudah meng­a­lami pe­lemahan atau penurunan sejak tahun 2018.

PDB Indoneia pada kwartal IV 2018 sebesar 5,18 persen dan pada kwartal yang sama pada tahun 2019 menjadi 4,97 persen.

Artinya, perlambatan e­konomi sudah mulai dirasakan sejak tahun 2018, terlebih lagi ketika bencana corrona meng­ha­tam dunia, termasuk Indonesia (BPS, 5 Mei 2020).

Jika persoalan ini tidak cepat dan tepat ditangani, maka pada kwartal kedua pertumubhan e­ko­nomi Indonesia akan semakin terpuruk dan diperkirakan terjadi kontraksi dan tidak tumbuh, per­tumnuhannya malah minus.

Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 bisa minus 3.1 persen sampai dengan minus 3.8 Persen.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved