Tarif Tertinggi Rapid Test Dinilai Masih Memberatkan, YLKI: Belum Bisa Atasi Masalah
menurut Tulus, selain menetapkan standar harga, pemerintah seharusnya juga menetapkan standar kualitas rapid test
SRIPOKU.COM -- Penetapan tarif rapid test terbaru dari Kementerian Kesehatan dinilai masih terlalu mahal.
Hal ini diungkap oleh Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi tarif tersebut masih tergolong mahal.
Khususnya diberlakukan untuk masyarakat Indonesia yang ekonominya masih lemah.
Tulus juga menyebut bahwa penetapan tarif tertinggi rapid test Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum bisa mengatasi masalah.
"Kita apresiasi dengan adanya penetapan Rp 150.000 tersebut, tapi ini belum menjawab terhadap kelompok masyarakat yang secara faktor ekonomi tidak mampu," kata Tulus seperti dilansir oleh Antara, Rabu (8/7/2020).
• Ibu Bocah 6 Tahun Asal Desa Penanggiran Muaraenim Ini Tewas Kecelakaan,Om Ibu Saya tidak Apa-apa Kan
• Istri Tahanan Bantu Suaminya Kabur dari Tahanan Polsek Sukarami Palembang, Memasukan Gergaji Besi
• Tak Hanya Virus Corona, Sekarang Muncul Flu Babi Yang Berpotensi Jadi Pandemi, Begini Kata Kemenkes
Tulus mengatakan, dengan penetapan tarif tersebut, masyarakat ekonomi lemah yang ingin bepergian keluar kota menggunakan bus atau kereta api harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 150.000 hanya untuk rapid test.
Kondisi tersebut dinilai memberatkan, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19.
"Jadi saya kira angka Rp 150.000 ini belum jelas parameternya sehingga dirasakan masih mahal," ujarnya.
Tulus lantas mempertanyakan tentang ada atau tidaknya sanksi bagi pihak yang melanggar ketentuan tarif tertinggi rapid test tersebut.
Menurutnya, sama saja bohong kepada rakyat jika ternyata masih ada pihak yang melanggar harga tertinggi.
Seharusnya ada ketentuan dengan menerapkan sanksi pada para pelanggar tarif tersebut.
"Jadi harus ada mekanisme sanksi bagi yang melanggar," kata Tulus.
Apalagi, lanjut Tulus, rapid test bermacam-macam standarnya, tergantung diimpor dari daerah mana.
Jika peralatan rapid test didatangkan dari Cina misalnya, harga rapid test menyesuaikan anggaran pihak pemesan.
"Tapi kalau standar yang bagus harganya akan mahal juga," ujarnya.
• Ibu Bocah 6 Tahun Asal Desa Penanggiran Muaraenim Ini Tewas Kecelakaan,Om Ibu Saya tidak Apa-apa Kan
• Pengelola Ruas Tol Kayuagung-Palembang belum Bisa Ungkap Tarif, Begini Harapan Pengelola Travel
• Istri Tahanan Bantu Suaminya Kabur dari Tahanan Polsek Sukarami Palembang, Memasukan Gergaji Besi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/karyawan-mengikuti-rapid-test-virus-corona-atau-covid-19.jpg)