Breaking News:

Dua Hari tak Laporkan Data Verfak Dukungan Calon Perseorangan, KPU Musirawas Panggil PPK Purwodadi

"Tahapan terus berjalan dan beberapa hari lagi akan berakhir. Sementara dari teman-teman PPK Purwodadi sudah dua hari

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Komisi Pemilihan Umum (KPY) Kabupaten Musirawas memanggil anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Purwodadi, ke Kantor KPU setempat, Kamis (9/7/2020). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musirawas memanggil anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Purwodadi, ke Kantor KPU setempat, Kamis (9/7/2020).

Pemanggilan dilakukan karena anggota PPK Purwodadi sudah dua hari belum melaporkan data hasil Verifikasi Faktual (Verfak) dukungan calon perseorangan yang saat ini sedang dilaksanakan.

Divisi Teknis KPU Kabupaten Musirawas Apandi mengatakan, pihaknya memanggil anggota PPK Purwodadi, untuk meminta klarifikasi terkait dengan tidak adanya laporan hasil verfak dalam dua hari terakhir ini.

"Tahapan terus berjalan dan beberapa hari lagi akan berakhir. Sementara dari teman-teman PPK Purwodadi sudah dua hari belum menyampaikan laporan hasil verfak."

"Kita tidak ingin proses verfak ini melewati tahapan, maka kita panggil untuk mengetahui apa kendala dilapangan yang dihadapi teman-teman PPK Purwodadi ini," kata Apandi kepada Sripoku.com, Kamis (9/7/2020).

Dikatakan, dari hasil klarifikasi yang dilakukan terhadap anggota PPK Purwodadi diketahui,

keterlambatan melaporkan data hasil verfak ke KPU karena pihak PPK melakukan verifikasi kembali terhadap dukungan yang sebelumnya sudah dilakukan verifikasi administrasi (Vermin) oleh KPU.

Sehingga data yang ada di lapangan menjadi tidak sinkron.

"Intinya teman-teman ini mengulang dua kali verifikasi. Data yang diturunkan ke PPS ternyata diverifikasi ulang, sehingga datanya tidak sinkron ada selisih sekitar 66 dukungan," katanya.

Namun kata Apandi, dari hasil pembicaraan dengan anggota PPK Purwodadi di kantor KPU, sudah ditemukan solusi untuk mengatasi kendala tersebut.

"Solusinya, print hasil vermin. Ini untuk menyesuaikan vermin KPU agar tidak dilakukan verfak lagi, supaya tidak terjadi verifikasi double."

"Alhamdulillah kendala ini sudah clear, dan harapan kita verfak ini berlangsung lancar dan targetnya selesai sesuai tahapan," pungkas Apandi. (ahmad farozi)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved