Virus Corona di Sumsel

RS Siloam Palembang Belum Bisa Turunkan Harga Rapid Test Sesuai Edaran Kemenkes RI, Ini Alasannya

Adapun tarif rapid test yang ditetapkan, yakni maksimum Rp 150 ribu. Tarif baru ini diberlakukan mulai 7 Juli 2020.

Tayang:
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/SUDARWAN
Ilustrasi rapid test 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran tentang batasan biaya tertinggi untuk rapid test antibodi yang dilakukan mandiri oleh masyarakat.

Adapun tarif rapid test yang ditetapkan, yakni maksimum Rp 150 ribu. Tarif baru ini diberlakukan mulai 7 Juli 2020.

Kendati demikian, salah satu rumah sakit swasta di Palembang, Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, belum bisa menerapkan tarif rapid test sesuai dengan instruksi dari Kemenkes RI.

Perpustakaan Sejumlah Sekolah di Palembang Terbengkalai Pasca 5 Bulan Belajar di Rumah, Buku Berdebu

Direktur RS Siloam Palembang, Bona Fernando, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih memberlakukan pelayanan rapid test dengan biaya mulai dari Rp 350 ribu.

"Iya, masih tarif lama karena rapid test yang kami gunakan direkomendasikan oleh WHO yang biaya (cost) memang besar," katanya, Rabu (8/7/2020).

RS Siloam Sriwijaya menyediakan layanan rapid test dengan dua metode.

Pertama, rapid test dengan sampel darah yang diambil di jari dengan Rp 245 ribu.

Hasil rapid test dapat diketahui dalam waktu 15-30 menit setelah tes.

Ciptakan Terobosan Demi Berdayakan Petani Karet, Inovasi Bupati Muba Dodi Reza Alex Pukau Dewan Juri

Selanjutnya, rapid test serum darah dengan tarif Rp 350 ribu. Hasil tes keluar satu hari setelah tes dilakukan.

Menurut Bona, RS Siloam pasti akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengikuti aturan Kemenkes soal penerapan tarif rapid test baru.

Namun hal tersebut memang membutuhkan waktu penyesuaian.

"RS Siloam bukannya mengabaikan surat edaran tersebut, namun kami sedang berusaha untuk mendapatkan rapid test buatan lokal.

Mudah-mudahan segera bisa kami penuhi." ujar Bona.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved