Breaking News:

Pilkada 2020 di Sumsel

789 Anggota PPDP di Musirawas akan Di-Rapid Test, Bagi yang Reaktif akan Diganti

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musirawas sudah membentuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebanyak 789 orang.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Syarifudin, Divisi Sosialisasi KPU Musirawas. 
Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Terkait dengan pemutakhiran data pemilih yang akan digunakan pada Pilkada Kabupaten Musirawas tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musirawas sudah membentuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebanyak 789 orang. 
"Untuk petugas PPDP yang akan melakukan coklit data pemilih sudah terbentuk dengan jumlah sebanyak 789 orang yang tersebar di seluruh desa di Musirawas.
Jumlah petugas PPDP per desa menyesuaikan dengan jumlah pemilih dan luasan wilayahnya.
Makin luas dan makin banyak mata pilihnya, maka jumlah petugas PPDP juga lebih banyak," ungkap Divisi Sosialisasi KPU Musirawas, Syarifudin kepada Sripoku.com, Rabu (8/7/2020).
Dikatakan, petugas PPDP ini nantinya akan melakukan pemutakhiran data pemilih atau coklit secara door to door yang dijadwalkan mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2020.
Namun kata Syarifudin, sebelum melakukan pemutakhiran data, seluruh petugas PPDP akan dilakukan rapid test covid-19 terlebih dahulu.
Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya penyebaran covid-19.
Karena, petugas PPDP ini nantinya alan berhubungan langsung dengan masyarakat pemilih yang akan dicocokkan datanya disetiap desa.
"Sebelum pelaksanaan coklit, petugas PPDP harus menjalani rapid tes terlebih dulu.
Untuk itu KPU akan kordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musirawas.
Kalau bisa rapid testnya di kecamatan masing-masing. Apabila nantinya setelah di rapid test ada petugas PPDP yang reaktif, maka akan diganti," kata Syarifudin.
Ditambahkan, setelah menjalani rapid tes, petugas PPDP akan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) terkait dengan pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.
"Intinya, sebelum tahapan coklit dimulai, seluruh petugas PPDP sudah ikut bimtek dan paham dengan tugas yang akan dikerjakan dalam melakukan coklit," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved