Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Kabar Baik! OTG Sangat Kecil Kemungkinan untuk Menularkan Virus Corona atau Covid-19 ke Orang Lain

Mereka yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi diri, meskipun kemungkinan menularkan sangat kecil karena kadar virus yang sangat rendah

SRIPOKU.COM
Ilustrasi Virus Corona 
Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Pusat, hampir 70 persen Pasien Positif Covid-19 adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menular dari orang bergejala atau positif lainnya. 
Namun OTG sangat kecil kemungkinan untuk menularkan ke orang lain bahkan dapat keluar dari isolasi pada hari ke-11.
Ketua Jubir Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 , Prof. Dr. dr. Yuwono, M.Biomed menjelaskan bahwa OTG adalah orang yang sudah kontak erat dengan kasus positif Covid-19, namun orang tersebut tidak memiliki gejala dan telah melakukan swab test dengan hasil positif.
Mereka yang berstatus OTG tetap harus menjalani isolasi diri, meskipun kemungkinan menularkan sangat kecil karena kadar virus yang sangat rendah dan imunitas yang relatif baik.
Selain itu, biasanya pada kasus OTG sudah mendapatkan hasil negatif PCR test pada hari ke-10 dengan antibodi G atau Immunoglobulin G (IgG) sudah muncul.
“Sehingga OTG yang menjalani isolasi seperti di Wisma Atlet Jakabaring dapat keluar dari pada hari ke-11,” ujarnya, Selasa (23/06/2020).
Dalam penularannya, virus akan aktif dan dapat menular sekitar 14 hari.
Penularan terjadi karena virus keluar dari orang yang sakit melalui droplet atau titik air yang berisi virus dari  batuk atau bersin, kontak dekat atau terkontaminasi benda yang kena droplet.
Di dalam tubuh manusia, virus tersebut berkembang memperbanyak diri hingga hari keempat menimbulkan gejala sakit, namun pada orang yang imunitasnya relatif kuat tidak menimbulkan gejala sakit atau disebut OTG.
Kasus OTG yang menghasilkan swab positif, tapi selama 14 hari tidak ada gejala bisa terjadi karena RNA virus terbukti dapat bertahan rata-rata sampai 24 hari. 
RNA virus artinya genom atau inti dari virus, yang terdeteksi melalui swab atau PCR test, baik virus tersebut masih utuh atau yang sudah terpotong-potong atau fragmented, meskipun ada atau tidaknya gejala Virus Corona.
“Inilah penjelasan mengapa OTG bisa positif atau terdeteksi virus, jadi positif bukan ditentukan ada atau tidaknya gejala, tetapi ada atau tidaknya RNA virus,” ujarnya.
PCR atau Swab test dapat mendeteksi Virus Corona yang memiliki lebih dari 30 jenis spesies, salah satunya Covid-19, tergantung dengan zat primer atau pelacak RNA yang digunakan.
Menurut Yuwono, data hasil PCR saat ini di Sumsel sudah mulai rapi pada sekitar sepekan terakhir karena hasil PCR dapat keluar lebih cepat.
Selain di BBLK Palembang, data kasus OTG yang sudah mendapatkan hasil negatif PCR test di RS Pusri sebanyak 9 orang, dengan jangka waktu hanya 10 hingga 12 hari saja.
“Saya belum cek di BBLK Palembang, berapa jumlah kasus yang mendapatkan hasil negatif lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kota Palembang hari ini, ada sebanyak 3.345 orang berstatus OTG di Kota Palembang. 
Yudhi Setiawan, Jubir Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Palembang mengatakan bahwa OTG tersebut sebagian besar melakukan isolasi mandiri. 
Hanya sebagian kecil saja yang belum melakukan swab test karena masih menunggu penjadwalan dari pihak puskesmas.
"Hampir semuanya sudah melakukan swab test, sebagian kecil saja yang belum. Sesuai dengan pengertiannya, akan ditetapkan OTG apabila sudah ada hasil swab positifnya," ujarnya. 
Penulis: maya citra rosa
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved