Tiga Kali Lagi Gerhana

Kondisi cuaca yang mendung membuat masyarakat tak terlalu antusias menyaksikan GMC dari tempat keramaian.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
Suasana warga mengamati Gerhana Matahari Cincin di BKB Palembang, Minggu (21/6/2020) 

ENAM KALI GERHANA
1. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 11 Januari
2. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 6 Juni
3. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 21 Juni
4. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 5 Juli ,tidak dapat diamati di Indonesia
5. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 20 November 2020
6. Gerhana Matahari Total (GMT) 14 Desember 2020 tidak dapat diamati di Indonesia.

PALEMBANG, SRIPO -- Fenomena langka Gerhana Matahari Cincin (GMC) tak dapat dinikmati secara utuh oleh wong Palembang.

Pasalnya, GMC yang berlangsung pada, Minggu (21/6) selama 1 jam 3 menit 45 detik tidak terlihat di Palembang lantaran tertutup awan mendung. Meski demikian, masih ada tiga kali lagi gerhana yang bakal terjadi sepanjang tahun ini.

Pada 5 Juli mendatang bakal terjadi gerhana bulan penumbra (GBP). Namun sayang gerhana ini tidak dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

Kedua, GBP pada 20 November yang bisa diamati di seluruh Indonesia. Dan yang terakhir gerhana matahari total (GMT pada 14 Desember 2020. Sayang gerhana ini tidak bisa disaksikan warga Indonesia.

Tamu Hotel di Palembang Ini Justru Asyik Berenang Saat Ada Gerhana Matahari Cincin, Begini Ceritanya

Dari pantauan di lapangan, cuaca di Kota Palembang dari pagi hingga siang mendung dan sempat hujan deras di beberapa titik membuat GMC secara umum tidak terlihat jelas di kota pempek.

Kondisi cuaca yang mendung membuat masyarakat tak terlalu antusias menyaksikan GMC dari tempat keramaian.

Pada umumnya masyarakat lebih memilih mengabadikan momen langka itu lewat ponsel dari rumah.

Diguyur Hujan, Warga di Muratara tak Bisa Abadikan Momen Gerhana Matahari Cincin

Meski GMC tak terlihat secara utuh, namun masjid-masjid di kota Palembang tetap menggelar solat gerhana. Usai solat, khotib melakukan ceramah fenomena alam yang membuktikan betapa besarnya kuasa Allah SWT.

"Jujur sedikit kecewa karena gerhananya tidak terlihat begitu jelas. Padahal saya sudah dari siang menunggu momen langka ini," ujar Kemas Irfandi warga Plaju.

Rahmat Ibrahim, warga Palembang lainnya mengatakan meski tak terlihat secara jelas namun ia mengaku bersyukur dapat mengabadikan dan menyaksikan fenomena langka tersebut.

"Ini momen langka, walau tidak tampak jelas saya bersyukur masih bisa menyaksikannya," jelasnya.

Ada Masjid di Palembang Gelar Salat Gerhana, MUI : Salat Gerhana di Rumah Saja

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani mengatakan Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.

Oleh karena itu saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Namun sayang, fenomena GMC tidak didukung faktor cuaca. Sebagian besar wilayah di Sumsel pada saat terjadinya gerhana sedang mengalami cuaca mendung dan berpotensi hujan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved