Virus Corona di Sumsel
Curhat Soal Bantuan tak Tepat Sasaran, Belasan Ibu-ibu Desa Sri Dalam Datangi Kantor DPRD Ogan Ilir
Belasan warga Kabupaten Ogan Ilir kembali mendatangi kantor DPRD Ogan Ilir, Senin (15/6/2020).
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Yandi Triansyah
Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha
SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Belasan warga Kabupaten Ogan Ilir kembali mendatangi kantor DPRD Ogan Ilir, Senin (15/6/2020).
Kali ini belasan ibu-ibu dari Desa Sri Dalam, Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel menuntut keadilan bantuan yang mereka tidak peroleh.
Warga yang mendatangi kantor DPRD Ogan Ilir itu menilai, pembagian bantuan di desa tersebut tidak merata.
Bahkan, ada beberapa kriteria yang seharusnya tidak masuk, mendapat bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) dan sebagainya.
"Masalah bantuan ini, kami tidak ada yang dapat. Mulai dari BLT, Bansos, dan lain-lain. Banyak yang tidak dapat, ada sekitar 100 KK. Jadi kami menuntut itu," ujar salah seorang warga, Ida (35).
• Palembang Kini Berada di Zona Oranye Covid-19, Hasil Sementara dari PSBB Palembang Tahap Dua
• Motor Seorang Warga Kabupaten OKU Raib Saat Sedang Kerja di Palembang, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Belasan ibu-ibu terlihat duduk-duduk di kantor wakil rakyat tersebut.
Mereka datang sambil menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker.
Ia membeberkan, ada pula diduga perangkat desa yang masuk dan orang berkecukupan. "Jadi kami meminta keadilan di sini," jelasnya.
Sementara usai itu, Komisi I DPRD Ogan Ilir menyambut langsung warga yang menyampaikan keluhan mereka tersebut.
Mereka kebetulan tengah memanggil 5 kepala desa (Kades) yang dilaporkan, Dinas PMD Ogan Ilir, Dinas Sosial Ogan Ilir dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Inspektorat Daerah Ogan Ilir untuk meminta penjelasan.
Ketua Komisi I DPRD Ogan Ilir, Zahrudin didampingi Sekretaris Komisi I M. Iqbal mengatakan, permasalahan itu timbul hanya karena salah paham di lapangan.
• Cerita Syeh Idris Pasien Sembuh Covid-19, Konsumsi Minuman Herbal Pemberian dari Bupati PALI
• Kisah Naura Bocah Berusia 2 Tahun di Palembang Sering Nangis tak Ada Teman Bermain Selama Diisolasi
Mereka mendengar langsung laporan dari berbagai pihak, dalam rapat yang berlangsung hingga Senin sore itu.
"Dari penjelasan masyarakat yang melapor dan Kades, ada ketidak-mengertian dari masyarakat tentang apa itu BST, apa itu PKH, BPNT dan BLT," ujarnya usai menerima perwakilan.
Ia mengatakan, penjelasan dari Kepala Desa masing-masing bahwa penerima BLT DD itu ialah mereka yang tidak tercakup dalam bantuan lain seperti BST, PKH, BPNT dan lain-lain.