Breaking News

Cara Pertamina Membantu Mitra Binaan Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona

Bagi pelaku usaha di masa pandemi untuk tetap bertahan harus terus berpikir keras menyikapi serta beradaptasi dengan tantangan di masa ini.

Editor: adi kurniawan
Dok. Pertamina
Pertamina tetap monitoring semua mitra binaan dalam kondisi pandemi saat ini untuk melihat potensi adaptasi mitra binaan bertahan atau mendapatkan peluang. 

PALEMBANG, SRIPOKU.COM -- Bagi pelaku usaha di masa pandemi untuk tetap bertahan harus terus berpikir keras menyikapi serta beradaptasi dengan tantangan di masa ini.

Ketahanan adalah kata kunci dalam kondisi saat ini. Pertamina terus membantu ketahanan mitra binaannya.

“Kami, Pertamina tetap melakukan monitoring kepada semua mitra binaan dalam kondisi pandemi saat ini. Selain melihat bagaimana Covid-19 mempengaruhi bisnis mereka, hal ini juga berguna untuk melihat potensi adaptasi mitra binaan untuk tetap bertahan atau bahkan bisa mendapatkan peluang," jelas Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.

Melalui Program Kemitraan, Pertamina terus mencari potensi-potensi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk kemudian diberikan modal tambahan agar usahanya dapat dikembangkan.

Menurut Rifky, di saat seperti ini Pertamina ingin terus berkontribusi untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Tanggulangi Karhutla, 270 Personil Polres PALI Disiagakan, 3 Kecamatan Ini Dinilai Rawan

Penumpang Diminta Tunjukkan Hasil Rapid Test

Soal Gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri Yang Batal Cair Pertengahan Tahun Ini

“Jika didukung melalui permodalan dan juga pelatihan yang tepat, kami yakin para pelaku usaha ini dapat mengembangkan usahanya,” tambah Rifky.

Untuk menjadi mitra binaan Pertamina pun dirasa tidak sulit, setidaknya itu yang dikatakan oleh Ibu Neni Sriyuliani pelaku usaha bordir, batik, jumputan, dan songket dari Palembang. Sejak tahun 2018, Neni sudah menjadi mitra binaan Pertamina dan telah merasakan banyak manfaat.

“Selain bisa melengkapi kebutuhan alat dan bahan untuk usaha saya, sejak menjadi mitra, cash flow kami sangat membaik. Disisi lain, pelatihan dan peningkatan kapasitas kami untuk berinovasi juga terus disediakan oleh Pertamina, dan kamipun mendapat kesempatan untuk menjajakan usaha kami dalam pameran-pameran,” ujar Neni.

Menurut Neni, dengan bunga rendah yang didapat melalui Program Kemitraan Pertamina sangat memudahkan bagi pelaku usaha sepertinya. “Jasa administrasi 3% saldo menurun sangat membantu kami pelaku usaha. Untuk seluruh UMKM di luar sana jika memang sudah memiliki usaha berjalan setidaknya 6 bulan bisa mengajukan untuk Program Kemitraan ini,” tambahnya.

Terdapat beberapa persyaratan lain bagi para pelaku UMKM untuk bisa bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina, antara lain: perorangan atau badan usaha berbadan hukum dan tidak berbadan hukum, merupakan WNI, omset penjualan maksimal Rp 2,5 miliar per tahun, memiliki aset bersih maksimal Rp 500 juta di luar tanah dan bangunan, usaha merupakan milik sendiri dan bukan anak perusahaan atau berafiliasi dengan perusahaan besar.

Adapun dana yang disalurkan adalah dana bergulir dengan pinjaman modal maksimal Rp 200 juta dengan 7 (tujuh) sektor usaha yang dapat bergabung yaitu perdagangan, perkebunan, peternakan, pertanian, perikanan, industri dan jasa.

Untuk mendapatkan info lengkap mengenai syarat dan pendaftaran mengenai Program Kemitraan ini, pelaku usaha bisa mencari informasi di www.pertamina.com, email di pcc@pertamina.com, atau Call Center Pertamina 135.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved