Virus Coroa di Sumsel

Ibadah di Rumah Putus Mata Rantai Covid-19, Shalat Idul Fitri Boleh Dilaksanakan tanpa Khotbah

Pemerintah menganjurkan umat Islam untuk tidak salat Id di masjid atau di lapangan demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM
Ilustrasi uasana shalat Idul Fitri di Palembang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah menganjurkan umat Islam untuk tidak salat Id di masjid atau di lapangan demi memutus rantai penyebaran Covid-19 atau Virus Corona.

Namun, yang kerap kali menjadi pertanyaan adalah bolehkah salat Id di rumah tanpa diikuti khotbah?

Dosen Perbandingan Mazhab UIN Raden Fatah Palembang, Bitoh Purnomo, mengatakan khotbah shalat Idul Fitri berbeda salat jumat.

Pada salat Idul Fitri Fitri, khotbah hukumnya sunah.

"Kalau takut dan khawatir tidak bisa berkhotbah, tidak berkhotbah pun tidak apa-apa," kata Bitoh, Rabu (20/5/2020).

Pedagang di Pasar 26 Ilir Palembang Terapkan Physical Distancing, tapi Masyarakat Tetap Padati Pasar

Menurut Bitoh, jika ingin berkhotbah dengan cara membaca teks khotbah pun tidak mengapa. Agama pun tidak mempermasalahkan imam shalat Id di rumah membaca teks khotbah Idulfitri.

Dosen Ilmu Hadis UIN Raden Fatah, Sulaiman Muhammad Nur, menjelaskan khotbah dilaksanakan menjadi dua bagian.

Khotbah pertama dilakukan dengan urutan membaca takbir sembilan kali, memuji Allah dengan membaca alhamdulillah, membaca salawat nabi, yaitu Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, berwasiat tentang takwa dan membaca ayat Alquran.

"Ayat Alquran yang dibaca pun harus utuh, bukan penggalan ayat. Baca terjemahan ayat tersebut dan kalau bisa diulas," jelasnya.

Porprov OKU Raya 2021, Venue dan Anggaran jadi Kendala, Minta KONI Sumsel Survei Lokasi

Setelah khotbah pertama dilanjutkan khotbah kedua dengan urutan membaca takbir sebanyak tujuh kali, memuji Allah dengan membaca Alhamdulillah, membaca salawat nabi, yaitu Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, berwasiat tentang takwa dan mendoakan kaum muslimin

"Duduk sekira sebentar, tumakninah bangkit lagi, hamdalah, salawat, berwasiat takwa (ittaqullah). Khotbah kedua ditutup doa. Doa sapu jagat juga boleh." ujar Sulaiman.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved