Virus Corona di Sumsel

Pedagang Ketupat Mulai Ramai Jualan di Pasar Soak Bato Palembang

Menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, pasar tradisional dipadati oleh masyarakat, Rabu (20/5/2020)

Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Pedagang ketupat yang menjajakan dagangannya di pasar soak bato, Rabu (20/5/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, pasar tradisional dipadati oleh masyarakat, Rabu (20/5/2020)

Selain kepadatan masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional, pedagang pasar pun juga ramai menjajakan barang dagangannya.

Berbeda dengan hari biasa sebelum mendekati hari lebaran, jelang hari lebaran ini pedagang ketupat pun mulai ramai memadati pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Palembang.

Seperti halnya di Pasar Tradisional Soak Bato, Jalan Merdeka Kota Palembang.

Berbeda dari beberapa waktu yang lalu, saat ini sudah banyak pedagang ketupat yang berjualan di pasar ini.

Ketupat yang dijajakan pun bervariasi, mulai dari ketupat daun kelapa, daun nipa serta daun pandan ada di pasar ini.

Tentunya setiap ketupat harganya pun bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per 10 ketupat.

Dikatakan salah satu pedagang ketupat yang berjualan di pasar Soak Bato, ketupat ini merupakan buatan sendiri.

Harganya bervariasi mengikuti jenis daun yang digunakan.

"Ini kami buat sendiri, ada tiga macam ketupat dari daun kelapa, daun nipa dan daun pandan. Harganya pun berbeda-beda," ujarnya, Rabu (20/5/2020).

PSBB Palembang, ini Sanksi Langgar Kegiatan Sosial & Budaya, Kecuali Khitan, Nikah & Kematian

 

PSBB Palembang, Sanksi Bagi Warga Bekerja Didenda Rp 500-Rp 1 Juta, ini Profesi Diperbolehkan Kerja

Dijelaskannya, ketupat yang tinggi harganya yakni dari ketupat pandan.

Selain bahan dari pandan yang membuat ketupat menjadi wangi, tingginya harga dikarenakan sulitnya pembuatan ketupat dari daun pandan yang mudah rusak.

"Kalau ketupat dari daun kelapa 10rb isi 10, dari daun nipa juga sama dengan daun kelapa harganya. Yang daun pandan ini 20 ribu memang agak mahal karena daun pandan bahannya mahal dan pembuatannya juga sulit," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved