Pendidikan

LEARN FROM HOME: Pendidikan Di Masa Pandemi COVID-19

Sudah hampir bisa dipastikan praktis selama satu semester ini dunia pendidikan terpaksa meninggalkan tradisi belajar mengajar di ruang kelas

Editor: Salman Rasyidin
ist
DR. Abdurrahmansyah MAg 

Alternatif proses pembelajaran dengan sistem daring menjadi sa­tu-satunya cara untuk melanjutkan pembelajaran selama pandemic covid-19.

Kondisi ini di satu sisi menawarkan paradigma baru pembelajaran modern dengan beberapa ke­lebihannya.

Peserta didik dapat mengakses sumber belajar secara efektif dan efesien ka­rena tidak harus datang ke sekolah.

Kemampuan menggunakan teknologi media pen­didikan berbasis jaringan semakin massif.

Ada harapan bangsa ini menjadi terbiasa me­ng­gunakan teknologi modern dalam proses pembelajaran.

Namun kondisi pendemik corona virus ini, di sisi lain menjadi sangat menyakitkan bagi a­nak bangsa di daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki akses teknologi jaringan.

Ke­tersambungan jaringan masih menjadi problem besar bagi anak-anak di desa-desa nun jauh di sana.

Sampai di sini, kondisi learn from home ini menjadi petaka yang sulit ter­pecahkan.

Ada problem kesenjangan sosial dan aspek kesejahteraan yang tidak me­ra­ta di tengah-tengah masyarakat yang akhirnya berdampak pada tidak efektif kebi­jak­an pembe­lajaran berbasis jaringan ini.

Secara implementatif, peran keluarga dalam proses pembelajaran berbasis teknologi di­gital sangat ditentukan oleh kesiapan orangtua dalam mendampingi anak-anak me­reka dalam belajar.

Pemahaman dan kemampuan orang tua dalam membantu proses be­lajar siswa dari sisi konten dan strategi sangat penting.

Persoalannya adalah tidak se­dikit persentase keluarga dan orang tua yang tidak cukup memiliki pemahaman dan ke­mampuan untuk mendampingi kegiatan belajar anak-anak mereka, yang akhirnya meng­ganggu produktivitas proses pembelajaran ini.

Secara praktis mengalihkan dominasi peran pendidikan ke lembaga keluarga memiliki si­si efektivitas dilihat dari tujuan pendidikan afektif.

Kebersamaan yang lebih intens an­tara orangtua dan siswa di rumah memungkinkan terjadinya interaksi yang produktif da­lam rangka membentuk sikap siswa.

Orangtua secara full day dapat memantau dan men­dampingi proses belajar siswa tanpa kendala apapun dari sisi waktu.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved