Pendidikan

LEARN FROM HOME: Pendidikan Di Masa Pandemi COVID-19

Sudah hampir bisa dipastikan praktis selama satu semester ini dunia pendidikan terpaksa meninggalkan tradisi belajar mengajar di ruang kelas

Editor: Salman Rasyidin
ist
DR. Abdurrahmansyah MAg 

Hadirnya makhluk covid-19 setidaknya mampu menyadarkan kita se­mua untuk kembali ke rumah dan memfungsikannya benar-benar sebagai madrasah per­tama.

Learn From Home: Problem dan Efektivitas

Secara teoritis hulu pendidikan adalah keluarga.

Sekolah dan institusi pendidikan me­rupakan perpanjangan tangan keluarga untuk mendidik anak-anak mereka.

Dalam His­tory of Education kita diperkenalkan dengan istilah schola materna (sekolah ibu) yang se­lanjutnya menjadi almamater yang menunjukkan betapa sekolah betul-betul harus ber­tanggungjawab untuk meneruskan visi dan misi pendidikan di keluarga.

Semua ke­­luarga pasti menginginkan anak-anak mereka memiliki kompetensi kognitif, kete­ram­pil­an, dan moral yang baik.

Selanjutnya lembaga pendidikan yang bernama sekolah dan kampus dengan sistem pengelolaan modern yang terus berkembang itu mengambil a­lih proses membentuk (to form), mengembangkan (to develop), dan membangun (to contruct) potensi peserta didik untuk menemukan jati dirinya melalui bakat dan ke­mam­puan dasar yang mereka miliki secara optimal.

Inilah hakikat fungsi dari lembaga pen­didikan. Karena itu, tidak bisa sekolah dan kampus mencerabut akar fungsi peng­em­­bangan pendidikan ini.

Dalam regulasi pendidikan nasional, penyelenggaraan pendidikan dihajatkan bagi ter­wujudnya peserta didik yang memiliki keunggulan dari aspek iman dan takwa, ke­mandirian, kecerdasan akademik, dan keterampilan.

Ketiga ranah ini harus tersentuh se­cara serentak dan utuh dalam satu proses pendidikan secara komprehensif.

Karena lu­asnya capaian tujuan pendidikan ini, peran pendidikan tidak hanya dibebankan kep­ada lembaga pendidikan formal saja, tetapi juga menjadi peran pendidikan non formal, dan informal.

Pranata keluarga sebagai lembaga pendidikan informal seharusnya mam­pu memerankan fungsi ini secara efektif.

Implementasi pendidikan di lingkungan keluarga, saat ini benar-benar diuji efek­ti­vi­tasnya.

Ketika sekolah tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal maka proses pendidikan diambil alih oleh keluarga.  

Orangtua dituntut untuk mampu memberikan ke­butuhan pendidikan kepada anak-anaknya sebagaimana selama ini diperankan oleh gu­ru-guru di sekolah.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved