Pendidikan
LEARN FROM HOME: Pendidikan Di Masa Pandemi COVID-19
Sudah hampir bisa dipastikan praktis selama satu semester ini dunia pendidikan terpaksa meninggalkan tradisi belajar mengajar di ruang kelas
Hadirnya makhluk covid-19 setidaknya mampu menyadarkan kita semua untuk kembali ke rumah dan memfungsikannya benar-benar sebagai madrasah pertama.
Learn From Home: Problem dan Efektivitas
Secara teoritis hulu pendidikan adalah keluarga.
Sekolah dan institusi pendidikan merupakan perpanjangan tangan keluarga untuk mendidik anak-anak mereka.
Dalam History of Education kita diperkenalkan dengan istilah schola materna (sekolah ibu) yang selanjutnya menjadi almamater yang menunjukkan betapa sekolah betul-betul harus bertanggungjawab untuk meneruskan visi dan misi pendidikan di keluarga.
Semua keluarga pasti menginginkan anak-anak mereka memiliki kompetensi kognitif, keterampilan, dan moral yang baik.
Selanjutnya lembaga pendidikan yang bernama sekolah dan kampus dengan sistem pengelolaan modern yang terus berkembang itu mengambil alih proses membentuk (to form), mengembangkan (to develop), dan membangun (to contruct) potensi peserta didik untuk menemukan jati dirinya melalui bakat dan kemampuan dasar yang mereka miliki secara optimal.
Inilah hakikat fungsi dari lembaga pendidikan. Karena itu, tidak bisa sekolah dan kampus mencerabut akar fungsi pengembangan pendidikan ini.
Dalam regulasi pendidikan nasional, penyelenggaraan pendidikan dihajatkan bagi terwujudnya peserta didik yang memiliki keunggulan dari aspek iman dan takwa, kemandirian, kecerdasan akademik, dan keterampilan.
Ketiga ranah ini harus tersentuh secara serentak dan utuh dalam satu proses pendidikan secara komprehensif.
Karena luasnya capaian tujuan pendidikan ini, peran pendidikan tidak hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan formal saja, tetapi juga menjadi peran pendidikan non formal, dan informal.
Pranata keluarga sebagai lembaga pendidikan informal seharusnya mampu memerankan fungsi ini secara efektif.
Implementasi pendidikan di lingkungan keluarga, saat ini benar-benar diuji efektivitasnya.
Ketika sekolah tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal maka proses pendidikan diambil alih oleh keluarga.
Orangtua dituntut untuk mampu memberikan kebutuhan pendidikan kepada anak-anaknya sebagaimana selama ini diperankan oleh guru-guru di sekolah.