Pilkada di Sumsel

Dampak Virus Corona atau Covid-19 Pilkada Serentak Dibatalkan, KPU PALI Nonaktifkan Badan Adhoc

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai Rabu (1/4/2020) menerapkan system Work From Home.

SRIPOKU.COM/Reigan Riangga
Sunario-Ketua KPU PALI 

SRIPOKU.COM, PALIKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) mulai hari ini, Rabu (1/4/2020) mulai menerapkan system Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Keputusan ini diambil, mengingat kondisi saat ini tengah mewabahnya penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia, sehinga membuat KPU RI memunculkan opsi tentang penundaan tahapan Pilkada di seluruh Indonesia.

“Saat ini 238 orang jumlah badan adhoc, terdiri dari 25 anggota PPK dari 5 kecamatan dan 213 anggota PPS dari 71 desa dan kelurahan kita non aktifkan,” ungkap Ketua KPU PALI, Sunario, Rabu (1/4/2020).

“PPK dan PPS sudah saya tunda masa kerjanya atau di-nonaktifkan per tanggal 25 Maret 2020 kamaren.” Katanya menambahkan.

Sementara, untuk masa kerja mereka, saat ini pihaknya masih menunggu intruksi selanjutnya dari KPU Pusat.

Menurut Sunario, hal ini dilakukan guna mendukung pemerintah dalam memerangi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baku Tembak Lawan Anggota Polisi, Pelaku Pembongkar Ruko di Babat Toman Lolos Seusai Lepas Tembakan

PMI Muba Dirikan Posko Informasi dan Bantuan Kemanusiaan Masyarakat yang Terdampak Virus Corona

Hendak Cairkan Dana BOS, Guru Ini Jadi Korban Penjambretan di Kawasan Jakabaring Palembang

"Namun untuk di kantor kita akan berlakukan sistem sift atau giliran bagi staf serta komisioner agar kantor tidak kosong," katanya.

Pemberlakukan work from home sendiri, kata Sunario, sesuai anjuran pemerintah sampai tanggal 21 april 2020.

"Namun kita masih menunggu arahan KPU RI, apakah batas waktunya sampai tanggal 21 April atau diperpanjang," katanya.

Mengenai pelaksanaan Pilkada di PALI, Sunario menjelaskan bahwa sesuai pertemuan antara KPU RI dengan Komisi II DPR RI serta Kemendagri, tahapan Pilkada ditunda dan ada tiga opsi ditawarkan.

"Opsi pertama pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020, opsi kedua pada 17 Maret 2021 dan opsi terakhir pada 21 September 2021," katanya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved