Berita Palembang

Hendak Cairkan Dana BOS, Guru Ini Jadi Korban Penjambretan di Kawasan Jakabaring Palembang

Guru salah satu sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Palembang menjadi korban penjambretan di Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang.

Shutterstock
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Niat hati hendak mencairkan dana bos, guru salah satu sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Palembang menjadi korban penjambretan di Jalan Gubernur HA Bastari, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring Palembang, Rabu (1/4) sekitar pukul 12.30.

Akibatnya tas yang berisikan buku tabungan Bank BRI beserta ATM, buku tabungan BSB Syariah sekolah, serta satu unit ponsel merk vivo yang ditaksir seharga Rp1,5 juta.

Atas kejadian itu, korban Ros (54) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, sekitar pukul 16.00.

Menurutnya kejadian bermula saat ia hendak pergi dari rumahnya yang beralamat di Jalan DI Panjaitan Kecamatan Plaju Palembang hendak pergi ke BBS Jakabaring Palembang.

"Waktu itu saya ingin mencairkan dana bos sekolah, tapi di tengah perjalanan dari arah belakang sebelah kanan datang satu pelaku menggunakan Honda BeAT putih langsung merampas tas saya,"katanya.

Kompor Gas Meledak, Rumah Mulian di Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim Sumsel Ludes Terbakar

300 Polisi di Sekolah Pembentukan Perwira Lemdikpol Terpapar Virus Corona

Cerita Warga Palembang di Malaysia saat Lockdown,Tak Dapat Bantuan Pemerintah Keluar Rumah Ditangkap

Sempat terjadi tarik menarik antara ia dan pelaku, tapi kalah tenaga dan kendaraan yang dikendarainya bersama temannya Yulli Ponia (52) terjatuh dan mengakibatkan keduanya mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki.

"Kami sempat minta tolong kepada warga setempat tapi pelaku keburu kabur usai mendapatkan tas saya tersebut, sehingga saya berharap pelaku dapat tertangkap dan dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya kejadian pembegalan yang dialami korban saat hendak menuju bank BSB Jakabaring.

"Laporan sudah kita terima dan petugas piket kita sudah melakukan olah TKP, selanjutnya laporan polisi akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pelakunya sendiri bila tertangkap dan terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara selama sembilan tahun penjara," tutupnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved