Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

28 Orang di Prabumulih Dilakukan Rapid Test Karena Sempat Kontak dengan orang yang Positif Covid-19

dr Happy Tedjo mengaku belum mendapat surat jika ada penambahan warga Prabumulih positif Covid-19

SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Kantor Pemkot Prabumulih Povinsi Sumsel 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih Provinsi Sumsel sekaligus ketua harian gugus tugas pencegahan dan penanggulangan virus Corona Prabumulih, dr Happy Tedjo mengaku belum mendapat surat jika ada penambahan warga Prabumulih positif Covid-19 seperti yang disampaikan juru bicara gugus tugas Provinsi Sumsel.

"Nah, kita belum tau terkait itu, kita belum dapat surat," ungkap Tedjo ketika dihubungi melalui telpon genggamnya, Selasa (31/3/2020).

Tedjo mengungkapkan, sejauh ini pihaknya terus melakukan rapid test dan baru dilakukan terhadap 28 orang yang kontak erat dengan pasien almarhum baik keluarga maupun tenaga medis yang pernah merawat.

"Sudah ada 28 orang kita lakukan rapid test terus berlanjut, karena kan kita masih melihat masa 14 hari dulu kalau kecepatan negatif maka harus diperiksa lagi," katanya.

Tedjo menuturkan, masalah yang dihadapi pihaknya sekarang dalam melakukan rapid test yakni masa pemeriksaan semestinya dilakukan setelah 14 hari terhadap orang yang kontak erat, namun saat ini justru orang-orang yang kontak dengan pasien positif justru mendesak untuk dilakukan Rapid Test.

"Karena kalau diperiksa kurang dari masa 14 hari maka pasti hasilnya negatif, sementara kalau tidak dites mereka malah bertanya kenapa tidak dites, kami tidak diperhatikan dan lainnya, itu jadi masalah kami. Makanya siapa yang dekat seperti keluarga dan yang kontak erat akan diusulkan PCR (Polymerase Chain Reaction) pemeriksaan spesimen dari swab tenggorokan dan mulut, Palembang bisa tapi sudah banyak yang antri," katanya.

Lebih lanjut Tedjo menuturkan, PCR dilakukan untuk mengetahui virus sementara melakukan rapid test harus menunggu 14 hari karena anti body muncul atau tidak.

Sejumlah Pondok Pesantren di Ogan Ilir Sumsel Pulangkan Santrinya dan Ada yang Menahan Santrinya

32 Siswi SMKN 2 Lubuklinggau Sumsel Berjibaku Membuat 4000 Buah Masker dan 100 Lembar Hazmat

Pembayaran Dana Pensiun di Kantor Pos Diperpanjang hingga 25 April, Jaga Jarak Duduk dan Antrean

"Makanya kalau pemeriksaan belum masanya pasti negatif, negatif belum tentu tidak kena karena perlu dites lagi setelah masa 14 hari, bisa double tapi mereka tidak tenang kenapa tidak diperiksa-periksa, itu jadi masalah kita," lanjutnya.

Disinggung apakah 28 orang yang dilakukan Rapid Test telah memenuhi masa 14 hari, Tedjo mengatakan rata-rata sudah lama namun yang baru kontak saat pasien dirawat dirumah sakit maka belum akan dilakukan.

"Untuk hasil akan dikompilasi karena kalau sekali (test) itu nanti dinyatakan negatif padahal sebenernya anti body masih lemah sehingga tidak bisa sekali disampaikan ujuk-ujuk bebas, jadi rapid itu cenderung juga untuk pribadi. Tidak bisa juga setelah ini diumumkan, eh bebas tapi tau-tau sakit, tidak bisa juga, takut jadi bumerang," katanya seraya mengatakan positif tes Rapid sebagai acuan prioritas untuk perawatan jadi tidak diumumkan.

Tedjo menjelaskan Rapid test dilakukan dengan cara mengambil darah orang dan diperiksa di laboratorium RSUD Prabumulih, jika positif maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab lendir tenggorokan.

"Kalau dokter merawat almarhum ada dua, dokter spesialis dan dokter umum serta ada sejumlah perawat," katanya.

Ditanya dari 28 yang dilakukan rapid test berapa ditindaklanjuti dan apakah satu dinyatakan positif corona oleh gugus tugas Sumsel sempat terpantau oleh pihaknya, Tedjo mengaku dari 28 orang belum diketahui dan belum ada ditindaklanjuti.

"Harapan kita pengen diperiksa semua namun alat terbatas, belum lagi dalam memeriksa harus pakai APD lengkap," katanya.(eds)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved