Berita Ogan Ilir

Sejumlah Pondok Pesantren di Ogan Ilir Sumsel Pulangkan Santrinya dan Ada yang Menahan Santrinya

Sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Ogan Ilir mulai menerapkan beberapa kebijakan memulangkan santrinya yang tidak di asrama.

SRIPOKU.COM/Ilustrasi
Ilustrasi santri yang menimba ilmu di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19, sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Ogan Ilir Sumsel mulai menerapkan beberapa kebijakan.

Hal tersebut karena mayoritas Ponpes di Caram Seguguk, mengasramakan para santrinya di bangunan yang tak jauh dari gedung sekolah.

Seperti Ponpes Raudhatul Ulum misalnya. Pasca keputusan pemerintah, mereka menerapkan Karantina secara bertahap kepada para santri mereka.

"Pertama kami tidak menyelenggarakan pembelajaran di kelas, tapi lebih fleksibel. Seperti menerapkan PHBS, Santri berjemur sebentar dan upaya pencegahan lain," ujar Asisten Mudir Bidang Akademik, Abdulah Muhaimin saat diwawancarai.

Karantina kedua, mereka memulangkan para santrinya ke rumah masing-masing. Adapun kegiatan pembelajaran di kelas, dialihkan ke rumah masing-masing dengan sistem pembelajaran metode daring.

"Hal itu akan kita lakukan sampai 23 April mendatang, atau jika ada imbauan lagi dari pemerintah," tegasnya.

Senada, Pondok Pesantren Nurul Islam (PPNI) Seribandung juga menerapkan hal serupa.

Mereka sudah memulangkan para santrinya ke rumah masing-masing dan menyurati wali santri, agar tetap menjaga akhlaq dan mendukung pembelajaran siswa di rumah.

Pembayaran Dana Pensiun di Kantor Pos Diperpanjang hingga 25 April, Jaga Jarak Duduk dan Antrean

Ditegur Polisi Soal Pemakaman Rekannya, Anggota DPRD Medan: Mana corona itu biar kutelan, mana

Hingga Tanggal 30 Maret 2020, ODP Covid-19 di Muaraenim Menjadi 101 Orang Tersebar di 13 Puskesmas

"Kita surati wali murid terkait kondisi saat ini. Kitan juga minta orangtuanya untuk santri agar dijaga, jangan keluyuran seperti liburan," ungkap Mudir PPNI Seribandung, Sazali Tidah Anwar.

Namun hal berbeda dilakukan oleh Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya. Mereka tidak memulangkan santrinya yang bermukim di asrama, hanya memulangkan santri yang tidak bermukim di asrama saja.

"Sekitar 800 santri dari MTs dan Madrasah Aliyah kita pulangkan. Mereka yang tidak di asrama. Kalau yang di asrama, tetap," ujar Kabag Humas Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya, Feri.

Ia mengatakan, Ponpes memiliki pertimbangan untuk menahan para santri di asrama. Yakni, rasa tanggung jawab seorang guru terhadap siswanya.

"Kalau di sini kami Insya Allah jamin. Sebab untuk masuk ke Ponpes ini tidak bisa sembarangan, harus melewati pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan," ungkapnya.

Di dalam asrama pun, mereka dengan ketat mengawasi santrinya untuk berprilaku hidup bersih. Mulai dari cuci tangan, sampai berjemur dan berolahraga.

"Tapi untuk pembelajaran, tidak lagi di kelas. Mereka belajar di asrama masing-masing, dengan metode daring," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved