Virus Corona di Sumsel

32 Siswi SMKN 2 Lubuklinggau Sumsel Berjibaku Membuat 4000 Buah Masker dan 100 Lembar Hazmat

Tangan-tangan terampil siswa jurusan tata busana ini berjuang membuat puluhan alat pelindung diri atau APD jenis hazmat dan masker.

Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Puluhan siswi SMKN 2 Lubuklinggau Sumsel dengan terampil mengoperasionalkan mesin jahit baik yang digerakkan mesin maupun digerakkan kaki untuk membuat 4000 buah masker dan 100 potong jaket hazmat, sebagai APD dalam mengantipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Suasana riuh mesin jahit memecah keheningan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 atau SMKN 2 Lubuklinggau Sumatera Selatan, Selasa (31/3/2020).

Mesin jahit digerakkan tangan-tangan terampil siswi didik SMKN 2 Lubuklinggau itu untuk membuat masker dan jaket hazmat.

Semua itu dilakukan para siswi SMKN 2 Lubuklinggau demi membangun kepedulian untuk pencegahan pandemi virus Corona yang semakin meluas akhir-akhir ini.

Tangan-tangan terampil siswa jurusan tata busana ini berjuang membuat puluhan alat pelindung diri atau APD jenis hazmat dan masker pesanan dari Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepala SMKN 2 Lubuklinggau, Eriani mengungkapkan APD ini mulai diproduksi di SMKN 2 Lubuklinggau
sejak Sabtu (28/3) lalu dan sebagian bahan didatangkan khusus dari DKI Jakarta.

"Pengerjaannya dilakukan 17 siswa kelas XI khusus membuat 4.000 masker medis. Dan 15 siswa kelas XII membuat hazmat dari bahan parasut 100 pieces (pcs) dan dari bahan spondbund 75 GSM 100 pcs," katanya pada wartawan, Selasa (31/3/2020).

Antisipasi Penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Pemkab Muratara Semprot Disinfektan Massal

Cegah Penyebaran Virus Corona, 30 Ribu Napi Anak-anak & Dewasa Bakal Dibebaskan

Sedang Jalankan Aksi Cabulnya, Pria di Muaraenim Ini Kepergok Anak Korban yang Dengar Ibunya Teriak

Menurutnya, Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel tersebut memesan 200 APD. Saat ini pengerjaannya tengah dikebut dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

"Pesanannya minta dibuatkan 200 pcs, sekarang kami kebut ini dulu. Sedangkan yang sudah menunggu saat ini pesanan PKK Lubuklinggau sebanyak 4.000 pcs masker," ungkapnya.

Ia menuturkan, palam proses setiap produksi, peserta didik yang akan memulai pekerjaan diwajibkan mematuhi protokol Dinas Kesehatan. Koordinator Proses Penjahitan dengan dibantu para dewan guru.

"Saat ini sudah 6 pcs hazmat dikirim ke Pemprov Sumsel melalui Disdik
Sumsel. Hasilnya disetujui, barulah kita dipercaya membuat 200 pcs hazmat. Untuk dua pekan ini targetnya 47 pcs selesai," terangnya.

Ia menambahkan, produksi hazmat ini sebagai pengganti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang batal diadakan sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020.

"Sistem kerjanya juga kami samakan dengan garmen. Jadi seluruh pola dipotong dan diukur dulu, baru dijahit. Sementara jika tidak selesai nanti kami bawa ke rumah bahannya, jahit di rumah, khusus hazmat dibuat untuk all size harapannya semua tenaga kesehatan bisa memakainya," paparnya. (Joy)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved