Sumsel Bisa Terapkan Local Lockdown

Pemberlakukan local lockdown bisa saja dilakukan Sumatera Selatan apabila dirasa kondisi penyebaran kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

PALEMBANG, SRIPO -- Semakin bertambahnya kasus pasien positif covid-19 di Indonesia, membuat Pemerintah Daerah juga meningkatkan status menjadi tanggap darurat. Namun, kondisi ini pun tak menutup kemungkinan akan pemberlakuan local lockdown atau karantina wilayah.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu mengatakan, Pemberlakukan local lockdown bisa saja dilakukan Provinsi Sumatera Selatan apabila dirasa kondisi penyebaran kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan.

"Kita bisa belajar dari Italia yang sudah melakukan lockdown. Pemerintah daerah sekarang tinggal menghitung berapa besar kebutuhan pangan, dan berapa banyak warga kita menengah kebawah yang tidak makan terdampak apabila kegiatan ekonomi antar wilayah mati," ujarnya.

Lockdown Lokal di Desa Muara Telang Kabupaten Banyuasin, Pasar Kalangan Pun Sementara Waktu Ditutup

Wabah Virus Corona, Pengamat Sebut Sumsel Mampu Jika Ambil Kebijakan Lockdown

"Dinas Sosial tentu ada datanya, ini yang harus perlakukan dan bantu mereka agar mereka tidak harus lagi mencari nafkah keluar dan kita bisa antarkan makanan dari warteg/UKM kecil tentu dengan syarat terjaga kebersihannya," tambah Sri, saat dihubungi, Minggu (29/3/2020).

Pemerintah bisa mencoba kegiatan satu wilayah tidak berhubungan dengan pihak luar ini untuk membatasi penyebaran virus agar tak semakin meluas. Kegiatan perekonomian rakyat bisa dimaksimalkan dengan potensi yang ada di wilayah itu sendiri.

"Misalnya, usaha rumah makan/warteg beli ikan dari masyarakat yang punya budidaya ikan dari usaha mereka. Kemudian, bagi restoran/rumah makan dan jenis usaha lainnya bisa memanfaatkan aplikasi online untuk membatasi penyebaran virus namun tetap bisa berdagang. Stop untuk berdagang keliling agar tak semakin luas penyebaran virus," katanya.

Selain itu, bagi masyarakat yang tetap harus bekerja demi ekonomi keluarga terutama pekerja informal bisa dilengkapi dengan Alat Perlindungan Diri (APD) minimal masker selama beraktifitas.

"Sumsel ga ada masalah, bahan pangan dll kita ada. Kita hanya butuh stay dirumah aja agar tak semakin luas penyebaran virus ini. Kami sangat menanti bila local lockdown ini dilakukan," tegasnya.

Ketua KNPI Palembang H Handry Pratama Putra SE mengatakan sebaliknya bahwa Sumsel harus melakukan lockdown lokal. "Saya mengikuti perkembangan lockdown di beberapa daerah sudah ada 5 daerah yang karantina wilayah," ujarnya.

"Sumsel sudah menutup pelabuhan ke kepulauan Bangka mulai besok (hari ini, Senin 30/3/2020). Sudah saatnya kita untuk karantina wilayah," katanya.

Kepala daerah masing masing harus aware kepada masyarakatnya, sudah ada dua yang meninggal positif Korona sudah seharusnya dicari tahu yang berhubungan dengan kedua orang tersebut untuk dilakukan tindakan dan pengecekan.

"Jangan pernah menganggap ini masalah ringan, di bulan pertama ini memang masalah kesehatan tapi jika telat mengambil tindakan akan fatal, bukan menakut nakuti kita bisa lebih parah dari Italia," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa rumah sakit di Sumsel terbatas tidak akan cukup jika yang terinfeksi masuk rumah sakit secara bersamaan, pemerintah daerah harus hadir saat ini.

Yang harus diperhatikan hanya pekerja harian lepas, pastikan mereka di tanggung agar mereka bisa tetap bertahan.

"Ini sudah masalah kemanusiaan yang harus mengenyampingkan masalah ekonomi akibat dari lockdown wilayah," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved