Sukarami Mayoritas ODP
Berdasarkan data Dinkes Palembang sesuai dari notifikasi Dinkes Provinsi, hingga 25 Maret 2020 jumlah ODP di Palembang 123 orang.
PALEMBANG, SRIPO -- Dinas Kesehatan Kota Palembang melalui Puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan, tak henti memperbaharui perkembangan kondisi kesehatan warga yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Berdasarkan data Dinkes Palembang sesuai dari notifikasi Dinkes Provinsi, hingga 25 Maret 2020 jumlah ODP di Palembang telah berjumlah 123 orang, 60 di antaranya sudah selesai pemantauan selama 14 hari dan dinyatakan sehat. Sisa 57 orang yang masih dalam proses pemantauan.
Di antaranya, ada 14 ODP yang pernah kontak erat dengan pasien positif Corona di Palembang yang hingga kini juga masih dipantau jarak jauh selama 14 hari dalam masa isolasi diri.
• Ada 123 ODP di Palembang, 14 di Antaranya Pernah Kontak dengan Pasien Positif Corona di Palembang
• 90 Warga PALI Berstatus ODP Covid-19, Jumlah Terus Bertambah, 3 Lewat Masa Inkubasi
Kecamatan yang paling banyak jumlah ODPnya yakni daerah Kecamatan Sukarami. Tetapi, upaya pencegahan dan pengawasan Covid-19 dimaksimalkan seperti melakukan penyemprotan disinfektan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Ayus Astoni mengatakan, ODP yang diawasi tenaga medis dari Puskesmas setelah mendapatkan notifikasi juga dilengkapi dengan Alat Perlindungan Diri (APD) saat akan mendatangi ke rumah/lokasi dimana yang bersangkutan berada.
Tim medis dengan membawa surat tugas akan memeriksa suhu tubuh, mengecek apakah ada gejala batuk atau lainnya serta memberikan obat-obatan yang diperlukan.
"Pemantauan yang dilakukan dua cara, baik langsung ataupun jarak jauh yang dipantau bisa via telpon dan video call setiap hari untuk memastikan kondisinya, karenanya kita minta ODP jujur menceritakan kondisinya. Ketika mereka memiliki keluhan akan kita datangi lagi, apakah gejalanya mengarah ke virus Corona atau bukan," jelasnya.
Diakui Ayus, ODP sesuai notifikasi yang diberikan Dinkes Provinsi, mayoritas belum memiliki gejala dan kondisinya sehat. Karena rata-rata mereka tidak sakit namun yang diawasi baru saja datang dari daerah terjangkit sesuai dengan notifikasi Dinkes Provinsi/KKP.
"Tidak semua orang yang pulang dari daerah terjangkit disebut ODP, selama dia tidak ada kontak erat dengan pasien positif Corona. Tapi dianjurkan, kita imbau kalau mereka baru berasal dari daerah yang terjangkit ada baiknya tetap mengisolasi diri mandiri selama 14 hari, dengan catatan tidak ada kontak erat dengan penderita yang positif. Kalau ada gejala segera lapor ke puskesmas/RS terdekat," jelasnya.
Selain itu, Puskesmas di Kota Palembang telah menerapkan social distancing serta mengklasifikasikan masyarakat yang berobat sesuai gejala guna mengurangi kontak fisik.
"Walaupun dia batuk pilek, tapi tidak ada riwayat perjalanan ke daerah terjangkit tentu tidak bisa juga sporadis, ataupun punya riwayat perjalanan dari daerah terjangkit tapi tidak ada kontak dengan orang tak masalah, kecuali jika sudah ada kontak dan panas akan kita pisahkan agar tak kontak dengan orang lain," jelasnya.
Ia mengimbau agar masyarakat tak panik selama tetap menerapkan social distancing atau jaga jarak apabila terpaksa beraktifitas diluar rumah minimal satu meter dan selalu menggunakan masker.
"Karena keterbatasan masker mereka bisa buat dari masker berbahan kain," tutupnya. (cr26)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sukarami-mayoritas-odp.jpg)