Pasien Salami Turis Eropa

Pasien juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak fisik langsung dengan turis asing (bersalaman)

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Pasien Salami Turis Eropa 

"Jadi memang saya tegaskan, sejauh ini sudah ada 4 PDP di Sumsel. Tapi tidak termasuk yang di Baturaja," imbuhnya.

Pulang dari Jakarta
Satu orang warga Palembang kembali ditetapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus virus corona, Kamis (19/3/2020). Pasien tersebut dinyatakan PDP setelah melakukan ke perjalanan ke daerah terjangkit yakni Jakarta beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan pengecekan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) yang bersangkutan dinyatakan PDP.

"Ya ada satu tambahan PDP. Inisial JS (54) asal Palembang. Yang bersangkutan baru pulang dari Jakarta," ujar juru bicara Dinkes Sumsel, Yusri.

Tambahan satu orang itu, membuat masyarakat Sumsel yang masuk dalam kategori PDP corona menjadi total empat orang. Setelah tiga orang sebelumnya terdiri anak berusia 13 tahun asal kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Kemudian laki-laki berusia 30 tahun warga Pakjo, Palembang. Terakhir, laki-laki 40 tahun asal Jakarta juga dinyatakan PDP.

Yusri menyebut, saat ini JS dalam keadaan sehat dan sudah dibawa ke ruang isolasi RSMH untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh PIE.

"Sekarang sudah berada di ruang isolasi. Selanjutnya hasil tes kesehatan si pasien akan dicek dulu untuk mengetahui positif atau tidak," jelasnya.

Terkait adanya wacana Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan agar segera dilaksanakan rapid test virus corona ( Covid-19) masal di Indonesia, Yusri mengaku Sumsel saat ini belum mendapatkan arahan dan akan segera berkoordinasi dengan pusat mengenai teknis pelaksanaan tesnya.

Seperti diketahui rapid test adalah mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga Covid-19 bukan menggunakan metode swab tenggorokan (mengambil cairan di tenggorokan), melainkan dengan sampel darah.

Metode ini disebut memiliki keunggulan. Salah satunya, tidak membutuhkan sarana prasarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level II. Artinya tes ini bisa dilaksanakan di hampir seluruh RS di Indonesia.

"Soal rapid test Sumsel belum dapat arahan, nanti kita konfirmasi ke pusat dulu," tegas Yusri.

Sebelumnya, juru bicara Satgas Penanggulangan Corona Pemprov Sumsel, Prof Yuwono mengatakan sebanyak 81 warga Sumsel telah masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) terkait COVID-19 Corona. Dari angka itu, 76 ODP dinyatakan sehat.

Selain jumlah itu, tercatat ada 6 yang masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan lima lainnya masih dalam pemeriksaan tim kesehatan RS Muhammad Hoesin (RSMH).

Ia juga mengklaim, untuk warga yang dinyatakan PDP hingga kini dipastikan kondisinya baik. Meski demikian, Yuwono menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, jaga kebersihan, kesehatan, dan ikuti arahan dari pemerintah.

"Untuk di Sumsel total ada 81 ODP kami pantau. Namun 76 dipastikan sudah sehat. Statusnya juga sekarang jadi orang biasa. Kami harap masyarakat jangan cemas, tetapi tetap waspada," ungkapnya. (eni/oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved