Teror Harimau di Pagaralam

Kronologis 6 Warga Pagaralam Disatroni Harimau dan 18 Jam Terkurung, Dievakuasi Polisi Bersenjata

Kronologis 6 Warga Pagaralam Disatroni Harimau besar dan 18 Jam Terkurung, hingga harus Dievakuasi Polisi Bersenjata

Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/WAWAN/Sreenshoot/video
Kronologis 6 Warga Pagaralam Disatroni Harimau dan 18 Jam Terkurung, Dievakuasi Polisi Bersenjata 

Disisi lain pihak BKSDA menjelaskan tidak menemukan sama sekali jejak harimau padahal sebelumnya petani melaporkan adanya kelompok harimau yang berkeliaran.

Dijelaskan Wahid, berdasarkan sifat harimau yang diketahui pihak BKSDA, sangat jarang sekali Harimau berkeliaran secara berkelompok.

"Harimau itu hewan soliter (menyendiri) yang sangat jarang berkelompok apalagi Harimau dewasa. Jadi jika ada petani yang melihat harimau lebih dari satu kami sangat meragukan hal itu," jelasnya.

Namun pihaknya tetap menampung informasi dari warga tersebut sembari melakukan penyisiran.

10. Minta Warga Segera Hubungi BKSDA

7 Harimau yang Dilihat Warga Berkeliaran di Desa Meringang Pagaralam Raib, BKSDA Tak Temukan jejak
7 Harimau yang Dilihat Warga Berkeliaran di Desa Meringang Pagaralam Raib, BKSDA Tak Temukan jejak (SRIPOKU.COM/WAWAN)

Pihak BKSDA meminta agar warga segera menghubungi pihaknya dari pada menyebar berita ke medsos, hal itu hanya akan merugikan diri sendiri dan membuat resah.

Sebab jika ada laporan maka mereka siaga 24 jam dan secepatnya bertindak.

"Kami mendapati sejumlah informasi bahwa adanya penemuan jejak harimau dibeberapa lokasi. Namun dari info yang kita dapat ada yang tidak benar atau hanya hoaks saja," ujar Wahid, petugas BKSDA Sumsel setelah evakuasi petani di eks transat Desa Meringang, Sabtu (7/12).

Ia mencontohkan, laporan warga yang melihat jejak harimau di Desa Pagardin Kota Pagaralam dan Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Sakti ternyata setelah diteliti bakal bohong belaka.

"Saat mendapat laporan kami bersama tim langsung ke lokasi untuk melihat langsung jejak harimau yang dikatakan warga tersebut."

"Namun berdasarkan hasil pantauan dan pengamatan tim, jejak tersebut palsu dan diduga sengaja dibuat oknum tidak bertanggung jawab untuk menambah keresahan warga," tambah Wahid.

Pihak BKSDA Sumsel berharap agar masyarakat yang mendapati jejak harimau dikawasan mereka segera melaporkan langsung ke pihak terkait baik itu BKSDA atau Polisi.

"Jika ada penemuan jejak laporkan dahulu dan jangan langsung di share ke media sosial agar tidak membuat keresahan dimasyarakat," imbaunya.

11.  Warga tak berani ke kebun dan memilih di rumah menunggu waktu aman

Sebelumnya sejumlah petani di kawasan pertanian eks transaat Desa Meringang Kecamatan Dempo Selatan dievakuasi dari kebun setelah ada laporan harimau berkeliaran di lahan pertanian warga.

Polres Pagaralam melalui Polsek Dempo Selatan, anggota TNI dan BKSDA mengerahkan personelnya untuk melakukan evakuasi.

Berdasarkan informasi yang diterima Sripo, Sabtu (7/12), polisi menerima laporan warga ada harimau yang berkeliaran di lokasi eks transat tersebut.

Bahkan ada laporan petani yang menyebutkan melihat tujuh harimau sekaligus yang berkeliaran.

Sarjono, seorang petani segera meninggalkan kebun miliknya saat mendengar adanya penampakan harimau tersebut.

"Saya memang sudah mendapat kabarnya sejak Senin lalu. Daripada terjadi apa-apa saya lebih memilih turun ke desa dan meninggalkan sementara kebun sampai dinyatakan aman," ujarnya saat ditemui dilokasi evakuasi Desa Meringang.

(Laporan Wartawan Tribun Sumsel Jhoni dan Sriwijaya Post Wawan)

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved