Human Interest Story
Agnez Mo: Jangan Main Judge
Dalam klarifikasinya, Agnez meminta kepada warga Indonesia agar tidak asal menghakimi seseorang.
Agnez Mo akhirnya buka suara atas kehebohan yang timbul usai wawancara yang menyebut dirinya “bukan berdarah Indonesia” di sebuah acara musik di New York. Dalam klarifikasinya, Agnez meminta kepada warga Indonesia agar tidak asal menghakimi seseorang.
Hal tersebut disampaikan Agnez melalui akun Instagram miliknya @agnezmo. Menurutnya, bila hasil wawancaranya dengan Build Series by Yahoo itu tidak disaksikan secara penuh, maka akan menimbulkan salah tafsir. “Memang kalau nonton sepotong-sepotong bisa salah paham,” kata Agnez seperti dikutip dari instasories-nya, Selasa (26/11).
Agnez juga meminta kepada warga Indonesia untuk tidak asal menghakiminya. Namun, lihat secara utuh terlebih dahulu video wawancaranya itu. “Buat yang nggak punya waktu nonton fullnya, coba jangan main judge apalagi ikut-ikutan sharing,” ungkapnya.
Agnez juga mengunggah potongan video lainnya. Dalam video itu ia menjelaskan keunikan Indonesia yang kaya akan budaya dan merasa bersyukur sebagai kaum minoritas diterima dengan baik. “Saya tumbuh dalam budaya yang beragam. Inklusi budaya adalah yang saya pilih. Bhineka Tunggal Ika berarti bersatu dalam keberagaman. Saya menyukai ketika saya bisa berbagi sesuatu tentang asal dan negara saya,” kata Agnez.
“Saya akan selalu jujur dan berujar kepada dunia bagaimana seorang minoritas seperti saya diberikan kesempatan untuk memiliki dan mengejar mimpi kami,” lanjutnya.
Ada kabar mengejutkan dari penyanyi Agnes Monica Muljoto alias Agnez Mo. Dalam sebuah wawancara dengan Build Series by Yahoo belum lama ini, pelantun ‘As Long As I Get Paid’ itu melontarkan sebuah pernyataan kontroversial. Ia menyebut dirinya tidak punya darah Indonesia.
Pernyataan Agnez itu berawal saat Kevan Kenney yang memandu wawancara membahas wawancara yang dijalani oleh Agnez Mo sebelumnya. Kevan mengatakan interview tersebut membuka matanya bahwa Indonesia adalah tempat yang memiliki keragaman yang tinggi. Agnez pun lantas menjawab bahwa masyarakat Indonesia yang begitu majemuk memang membentuk diri dan mempengaruhi karyanya.
Ia mencontohkan bahwa dirinya tumbuh dengan musik tradisional sekaligus bernyanyi di gereja. “Ini menjadi bagian dari diriku. Ini bukan hanya sebuah representasi budaya, tapi juga budaya yang sifatnya inklusif,” kata Agnez seperti disaksikan dalam video utuh wawancara yang diunggah di akun Build Series.
Sang pewawancara kemudian berkomentar bahwa Agnez Mo adalah sosok yang menurut dia berbeda. “Kamu sedikit berbeda dari orang lainnya ya?” tanya Kevan Kenney. “Ya, karena aku sebenarnya tidak punya darah Indonesia atau semacamnya. Aku sesungguhnya (berdarah) Jerman, Jepang, Tionghoa, dan aku hanya lahir di Indonesia,” jawab Agnez.
Ia pun mengatakan sejak dulu ia memang merasa ada yang berbeda dengan dirinya. “Aku juga beragama Kristen dan di Indonesia mayoritas adalah muslim. Jadi saya selalu merasa seperti, tahulah, saya tidak akan mengatakan bahwa saya merasa bukan bagian dari sana [Indonesia] karena saya selalu merasa masyarakatnya menerima saya apa adanya,” lanjut Agnez. “Namun selalu ada perasaan bahwa saya tidak seperti yang lain. Dan saya pikir itu sungguh mengajarkan saya bagaimana merangkul hal tersebut,” katanya.
Pengakuan Agnez itu tak ayal menuai reaksi pro dan kontra. Di Twitter dan berbagai media sosial lain namanya sempat menjadi trending topic. Aktivis perempuan dan lingkungan hidup, Emmy Hafild bahkan sempat mengeluarkan kecaman keras yang di posting di akun Facebook pribadinya. “Go to hell Agnes Mo! You are not worth it!” tulis Emmy di awal postingannya.
“Kamu dibesarkan di Indonesia, kamu menghirup udara, dan kamu memulai karir di Indonesia. Kamu dibentuk oleh masyarakat Indonesia ketika dibesarkan, negara ini memberimu kesempatan pertama untuk memulai karir sebagai penyanyi. Karenanya, kamu mengatakan, kamu bukan orang Indonesia, karena tidak ada setetes darahmu dari Indonesia? Karena kamu Kristen dan ini adalah negara mayoritas Muslim?” ujar Emmy.
Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyebut Agnez seorang durhaka seperti sosok dalam dongeng Malin Kundang. “Biasanya kayak begitu tuh Malin Kundang. Pasti durhaka itu,” kata Fadli di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11). Fadli menduga Agnez tak memiliki kebanggaan untuk mengakui identitasnya sebagai seorang yang lahir di Indonesia. Bahkan, ia menilai Agnez sedang berkelit untuk menyatakan dirinya bukan merupakan orang Indonesia. “Itu kan kebodohan bagi seorang artis mengatakan begitu. Kalau saya sih males ngelihat orang kayak begitu, enggak ada kebanggaan sedikitpun sama orang Indonesia, mendisasosiasi diri, saya melihat itu agak tersinggung sebenarnya,” kata Agnez.
Dibela Moeldoko
Meski banyak menuai kecaman, namun ada pula yang membela Agnez. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko misalnya, meminta agar pernyataan Agnez itu tak perlu dibesar-besarkan. Moeldoko yang pernah bertemu Agnez mengungkapkan pernyataan tersebut belum tentu menunjukkan sikap tak nasionalis dari sang penyanyi. “Ah belum tentu seperti itu (tidak nasionalis). Saya itu sering waktu sekolah ke luar negeri, sering datangi teman-teman kita yang di luar. Wah itu nasionalisnya lebih dari kita,” kata Moeldoko di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/11). “Jadi jangan terus digoreng (Agnes) Monica enggak nasionalis. Menurut saya sih enggak.”
Moeldoko menuturkan, saat bertemu Agnez beberapa waktu lalu, ia melihat pelantun lagu ‘Coke Bottle’ itu memiliki semangat dalam membangun Indonesia, khususnya bisa menjadi perwakilan kalangan anak-anak muda. Hal itu juga terbukti dengan partisipasi Agnez yang pernah datang ke Istana dan berdiskusi bersama Presiden Joko Widodo. “Ya semangatnya untuk ikut berkontribusi atas Indonesia yang maju sangat kelihatan,” ucap dia. “Kalau dia orang ego, mungkin dia enggak mau diundang ke sini (Istana). Saya undang makan tempe juga enak-enak aja,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/agnez-mo-bukan-warganera-indonesia-1.jpg)