Terima Kasih Pak Erick
Menurutnya, posisi Ahok nantinya akan didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai wakil komisaris Pertamina.
“Saya hanya mengingatkan beberapa hal kepada pak Erick. Sebelum dilantik Senin atau Selasa, tolong pak Ahok diajak kembali bicara, ingatkan pak Ahok agar merubah cara berkomunikasi yang bersangkutan,” ujar Andre.
Menteri BUMN menurut Andre harus mengingatkan Ahok agar tidak petantang-petenteng dan berbicara kasar seperti yang dilakukannya sewaktu menjadi Gubernur DKI.
Andre mengatakan Komisi VI sebagai mitra kerja Kementerian BUMN dan seluruh BUMN, akan terus memantau kinerja Ahok sebagai Komut Pertamina. Apabila kemudian kinerja Pertamina malah jelek dan manajemennya amburadul, maka menurutnya Komisi VI tidak segan-segan merekomendasikan agar Ahok dipecat.
“Kami dari DPR hanya bisa menonton pengangkatan ini tapi mengingatkan kalau yang bersangkutan bukan membawa kebaikan tapi kekisruhan dan kinerjanya tidak baik alias amburadul. Tentu kami akan merekomendasikan kepada pak Erick Tohir agar yang bersangkutan dipecat,” pungkasnya.
Penolak Mundur
Politikus PSI, Mohammad Guntur Romli menitip pesan kepada para pegawai Pertamina (Persero) yang menolak kehadiran Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Dalam pesannya, intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) itu mengatakan pegawai Pertamina yang menolak Ahok sebaiknya segera mundur.
“Untuk pegawai Pertamina yang menolak Pak Ahok sebaiknya mundur, banyak yang mau kerja di Pertamina,” ujar Guntur Romli.
Kemudian politikus PSI itu mengucapkan selamat bagi Ahok karena telah resmi menjabat Komisaris Utama PT Pertamina. Selanjutnya, yang menjadi tugas Ahok ialah membersihkan jajaran yang korup serta meningkatkan profesionalitas dan produktivitas Perusahaan Pertamina. Menurut Guntur Romli, mereka yang bermain politik di dalam Pertamina memang sudah selayaknya untuk didepak karena tidak bekerja secara profesional. “Selamat buat Pak Ahok yang menjadi Komut Pertamina, saatnya bersih-bersih dan meningkatkan profesionalitas dan produktivitas Pertamina,” ucapnya.
“Mereka yang sudah bermain politik di Pertamina bukan bekerja secara profesional sudah layaknya didepak,” tambah Guntur Romli.
Komisaris Utama BTN
Selain menunjuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (persero), Menteri BUMN Erick Thohir juga menunjuk Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama BTN. Alasan Erick karena latar belakang Chandra yang berasal dari dunia hukum sangat diperlukan BTN saat ini.
“Kita tahu di BTN sekarang ada isu-isu yang kurang baik tentu harus dilihat secara hukum,” ujar Erick.
Erick meyakini, Chandra mampu meredam isu-isu tidak baik ke BTN, apalagi bank pelat merah itu merupakan ujung tombak pembiayaan perumahan rakyat. “Kalau bank ini tidak sehat, tidak bagus. Apalagi ke depan ada program anak-anak usia 25 sampai 35 tahun bisa mengakses perumahan atau PNS yang usianga muda,” tuturnya.
“Kita akan pindah ke ibukota baru, kalau tidak ada fasilitas rumah bagaimana?,” sambung Erick.
Terkait mulai aktif Chandra bekerja di BTN, kata Erick, nantinya bank yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, akan mengadakan rapat umum pemegang saham terdahulu untuk mengumumkan posisi Chandra. “Bank BTN kan akan rapat umum pemegang saham akhir bulan ini,” ucap Erick. (Tribun Network/fik/sen/nik/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jabat-komisaris-utamaahok-diingatkan-soal-komunikasi-pegawai-pertamina-yang-menolak-ini-tugasnya.jpg)