Breaking News

SK Dewan Dihargai Rp 1,5 Miliar

Menjadikan SK keanggotaan dewan sebagai jaminan untuk mendapatkan uang pinjaman sudah lumrah dilakukan.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Ramadhan Sulaiman Basyeban SH MM, Sekretaris DPRD Sumsel. 

PALEMBANG, SRIPO -- Meski baru menjabat sebagai sebagai anggota dewan sejak 24 September lalu, sejumlah anggota DPRD Sumsel masa bakti 2019-2024 dikabarkan telah menggadaikan surat keputusan (SK) keanggotaannya untuk meminjam uang di bank.

Hal ini pun dibenarkan Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban, meski begitu ia enggan menyebut nama-nama anggota dewan yang telah menggadaikan SK mereka.

"Sudah ada sepuluh lebih anggota dewan Sumsel, yang mengajukan pinjaman dengan jaminan SK sebagai anggota DPRD," kata Ramadhan, Selasa (8/10).

Menurut Ramdhan, menjadikan SK keanggotaan dewan sebagai jaminan untuk mendapatkan uang pinjaman sudah lumrah dilakukan. Pasalnya, gaji anggota DPRD Sumsel sendiri disalurkan melalui Bank Sumsel Babel (BSB).

"Ada yang muka baru dan lama, tapi saya lupa nama- namanya, dan pinjamannya di BSB," capnya, seraya jumlahnya bisa saja bertambah.

Mengenai besarannya sendiri, Ramdhan tidak mengetahuinya, karena saat penyampaian di sekretariat DPRD Sumsel dikosongkan nominal.

"Bank yang tahu hitungannya, nanti kalau dapat pinjaman tinggal potong penghasilan (gaji) saja," bebernya.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan persoalan itu tidak dilarang dalam ketentuan yang ada. Sehingga, sah-sah saja memakai SK Pengangkatan sebagai jaminan ke Bank.

"Saya rasa, itu urusan pribadi mereka," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional BSB, Samilludin mengatakan, seperti biasanya proses pengajuan kredit tak terlepas dari hukum penawaran dan permintaan. Momentum seperti ini bukan berarti pihaknya langsung menggaet namun pada dasarnya BSB memang mempunyai produk-produk pendanaan baik untuk ASN ataupun anggota dewan Provinsi, Kabupaten dan Kota.

"Terhadap yang sudah dilantik baik de jure dan de facto atau memiliki kewenangan dan keabsahan maka di cabang-cabang BSB sudah dapat melayani permohonan pengajuan kredit dengan range pinjaman Rp 1-1,5 miliar," jelasnya.

Setelah pelantikan tidak ada patokan pasti kapan waktu anggota dewan yang mengajukan kredit pinjaman dengan menggadaikan SK.

"Menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi mereka, mungkin ada saja yang langsung digadaikan tapi pastinya saya kurang tahu," ujarnya.

Secara umum kredit konsumsi porsinya sesuai dengan karakter BPD, tapi tentu lebih besar menguasai portofolio kredit, berkisar 70 : 30. 70 konsumer dalam berbagai produk.

Sementara Sekretaris BSB Normandi Akil belum bisa memastikan siapa anggota dewan yang telah diproses pinjamannya di BSB.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved