Kami Ketiban Derita Macet: Warga Resah Macet Menuju Jembatan Musi IV, Diminta Tuntaskan Lahan

Kemacetan yang kerap terjadi di pangkal kawasan Jembatan Musi IV, terutama di Seberang Ulu, tak terlepas dari belum adanya akses pendekat yang ideal.

Kami Ketiban Derita Macet: Warga Resah Macet Menuju Jembatan Musi IV, Diminta Tuntaskan Lahan
SRIPOKU.COM/Syahrul
SERING MACET -- Kawasan pangkal Jembatan Musi IV, Jalan KH Azhari pada jam-jam sibut selalu macet. Kondisi ini disebabkan di pangkal jalan tersebut kecil. Gambar diambil Selasa (8/10/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kemacetan yang kerap terjadi di pangkal kawasan Jembatan Musi IV, terutama di Seberang Ulu, tak terlepas dari belum adanya akses pendekat yang ideal. Sementara ruas jalan yang ada saat ini tak maksimal untuk menampung kendaraan saat melintas.

"Sejak Musi IV ini dibuka, malah macet pindah ke daerah kami. Kenapa sampai sekarang jalan utama jembatan belum selesai. Katanya lahan belum dibebaskan," ujar Esa, warga yang rumahnya tak jauh dari pangkalan Jembatan Musi IV bagian Seberang Ulu.

Tahun Ini Sumsel Kebagian Rp 3 Triliun Lebih, Ini Rinciannya Salah Satunya Jembatan Musi IV

Camat SU II Sebut Warga Setuju Untuk Dibebaskan Lahan Buat Bangun Jembatan Musi IV

Sementara itu di tempat terpisah, Camat Seberang Ulu II, M Ichsan Akmal, MSi saat paparan dengan tim penilaian keberhasilan camat, kemarin, mengatakan warga sudah siap dan bersedia diganti rugi. Namun sayangnya, hingga sekarang Pemprov belum menurunkan dana untuk itu. "Ujungnya kami di sini juga yang menderita, karena timbul macet. Kami berharap lahan Musi IV ini segera dituntaskan," katanya.

Menurut Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar, secara konstruksi bangunan jembatan sudah sejak lama diselesaikan. Namun, masih ada pekerjaan rumah yang belum diselesaikan yakni pembangunan akses pendekat jembatan sepanjang 834 Meter ke Jalan A Yani, Palembang.

"Untuk pembebasan lahan kewenangannya ada di Pemprov Sumsel. Kita akan tunggu dari Pemprov seandainya dari 834 meter tahun ini mereka bisa pembebasan lahan 400 meter, maka kami siap bangun 400 meter. Dana pembangunan semua dari APBN," jelasnya usai ditemui disela acara Closing Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Jembatan Musi IV Palembang, Selasa (8/10/2019).

Lanjut Kiagus, BBPJN dalam setiap kesempatan baik saat Pra Kontrak, Kontrak dan Musrenbang selalu mengkoordinasikannya pada pemerintah terkait Kelanjutan pembangunan akses pendekat. "Duduk bersama juga sudah, cuma informasi yang kami dapat baru ada sekitar sekitar Rp 100 miliar, dari Rp 250 miliar. Tapi saya belum lihat DIPA-nya. Kami baru akan menganggarkan jika sudah ada bukti pembayaran pembebasan lahan. Kita tidak ingin ada jaminan pernyataan sudah dibayar tapi ada buktinya karena tidak bisa lelang fisiknya," tegas Syaiful.

Selain itu, BBPJN juga sudah mengusulkan peningkatan status jalan Slamet Riyadi yang saat ini masih non status menjadi jalan nasional. Pasalnya, untuk akses pendekat jembatan harus statusnya adalah jalan milik negara. "Total dana APBN pembangunan untuk Musi IV Rp 553 miliar dengan skema Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)," tutupnya.

Sejumlah warga pun mengeluh belum dituntaskannya proyek Musi IV dan Musi VI, padahal sudah berjalan lebih dari satu tahun. "Ini mestinya segera dituntaskan dan menjadi prioritas. Karena ini sangat penting bagi warga Palembang. Janganlah dibiarkan berlarut-larut, apalagi kesannya Jembatan Musi VI sekarang telantar," ujar Safrul, warga Kertaparti. (cr26/axl)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved