Human Interest Story

Ampun Pak Kami Pelajar

Mereka juga sempat memanjat pagar DPR, tapi langsung diminta turun oleh polisi.

Ampun Pak Kami Pelajar
ISTIMEWA
Ilustrasi

TIGA pelajar diamankan aparat kepolisian di dekat pintu belakang gedung DPR-MPR RI, Jakarta Pusat. Satu diantara pelajar tampak mengenakan jaket dan celana panjang abu-abu. Dia teriak minta ampun kepada aparat keamanan.

“Ampun, Pak. Ampun saya pelajar, Pak,” ucap dia, saat digiring dua aparat kepolisian.

Massa pelajar dari berbagai SMA dan SMK atau STM melakukan aksi demo di depan gedung DPR RI, Rabu (25/9). Mereka mengaku siswa dari berbagai sekolah di Jakarta. Para siswa ini sebagian besar masih menggunakan seragam sekolah.

Para siswa ini memadati pagar depan gedung DPR sejak pukul 12.30 WIB. Mereka juga sempat memanjat pagar DPR, tapi langsung diminta turun oleh polisi. Pelajar yang demo membawa bendera merah putih.

Mereka kemudian menyanyikan yel-yel dan nyanyian berlirik tak pantas kepada DPR. “Dua lima jigo, dua lima jigo, DPR bego,” teriak para pelajar.

Baru sebentar demo, pelajar sudah menutup jalan di depan gedung DPR. Mereka juga sudah membakar kembang api.

Jelang sore aksi unjuk rasa semakin memanas ratusan pelajar membakar sejumlah sepeda motor di depan pos polisi Palmerah, Jakarta Pusat. Pantauan sekitar pukul 14.45 WIB, unjuk rasa yang awalnya berada di sekitar perlintasan kereta api meluas hingga ke arah Stasiun Palmerah. Kericuhan pecah saat salah satu oknum pelajar melempar batu ke arah polisi dan langsung membakar motor sebagai ungkapan kekesalan.

Tidak hanya membakar, mereka juga menyerang aparat yang membentuk barikade dengan petasan. Polisi tidak tinggal diam. Mereka langsung mengurai massa dengan menembakkan gas air mata serta menyemprotkan air water cannon.

“Tolong adik-adik jangan serang kami jangan lempar kami, tolong tahan jangan lempar kami,” ucap salah satu petugas dari pengeras suara.

Tribun sempat berbincang dengan dua pelajar dari SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma. Dalam perbincangan Dio dan Jikri, pelajar kelas XI mengaku hanya mengikuti teman-teman mereka yang ingin gelar aksi tolak RKUHP.

Halaman
1234
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved