Awan Hujan Bergeser dari Kalimantan
Kabut asap tebal yang menyelimuti kota Palembang menyebabkan anak-anak sekolah mulai tingkat SD-SMP diliburkan.
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Soegeng Haryadi
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Widodo menyebutkan pagi tadi dirinya sudah koordinasi dengan Kadis Kesehatan dan Dinas Lingkungan hidup dan berdasarkan informasi dinas lingkungan hidup kondisi kualitas udara dikisaran angka145-147 atau dikategori sedang.
"Jadi kondisinya masih fluktuatif sama seperti yang saya berikan surat edaran waktu itu, dimana setiap sekolah mengimbau anak-anak mereka menggunakan masker kemudian jam sekolah digeser ke pukul 09.00 dan kegiatan belajar hanya di dalam ruangan saja plus tanaman dimasukan dalam kelas agar memberi oksigen dll," ujarnya
Lanjut Widodo, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel baru akan mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah ketika ada koordinasi dengan DLHP dan kesehatan yang menyatakan kondisi kualitas udara berada di level berbahaya.
"Kalau sudah 200 kita akan ambil sikap untuk merumahkan anak-anak. Tapi jika masih dibawah angka tersebut jam sekolahnya saja digeser agar mereka tetap bisa belajar," ujarnya.
Dengan rentannya kondisi anak-anak terpapar kabut asap, Disdik Provinsi telah mengimbau agar kepala daerah ataupun Disdik Kabupaten/kota untuk mengambil sikap ke sekolah-sekolah dengan situasi yang ada.
"Keputusannya ada di mereka, mereka ada otoritasnya sendiri. Tindakan apa yang harus dilakukan, tapi kita sejak jauh hari mengeluarkan edaran soal kabut asap," katanya. (elm/cr26)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pengumuman-libur-sekolah.jpg)