Awan Hujan Bergeser dari Kalimantan
Kabut asap tebal yang menyelimuti kota Palembang menyebabkan anak-anak sekolah mulai tingkat SD-SMP diliburkan.
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Soegeng Haryadi
PALEMBANG, SRIPO -- Berdasarkan model prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatilogi Geofisika (BMKG) akan ada potensi hujan dalam rentang waktu 23-24 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan.
"Untuk hari ini peluang hujannya masih kecil sekitar 10-40 persen, nah kalu besok kalkulasinya besar 40-80 persen untuk wilayah Sumsel bakal diguyur hujan, dengan Intensitas peluang hujan minimal 10 milimeter," terang Bambang Beny Setiaji selaku Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Lanjutnya, dari hasil pengamatan saat ini titik awan hujan sedang berada di wilayah Kalimantan.
"Ya kita tunggu saja, semoga wilayah Sumsel secepatnya diguyur hujan," harapnya.
Kabut asap tebal yang menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berdampak pada buruknya kualiatas udara sehingga anak-anak sekolah mulai tingkat SD-SMP diliburkan.
Hal itu tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan Kota Palembang, yang mendadak hari ini kepada Sekolah SD dan SMP baik negeri atau swasta meliburkan para siswa/i.
"Tadi pagi pas nganter anak sekolah, Satpamnya bilang libur selama tiga hari karena Kabut asap," ucap salah satu wali murid SDN 26 Palembang, Senin (23/9/209).
"Informasinya juga mendadak, katanya untuk yang diliburkan itu tingkat SD sampai SMP," ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto saat dikonfirmasi melalui saluran telepon membenarkan adanya surat edaran tersebut dan selama libur 3 hari guru diwajibkan memberi tugas agar siswa tetap belajar walau di dalam rumah.
"Siswa sebaiknya belajar di rumah, jangan libur justru main di luar rumah. Yang jelas kondisi ini sudah bahaya, saya belu tahu pasti ukurannya sampai batas mana namun pernafasan sudah terganggu. Anak-anak TK-PAUD sudah mengeluh maka ditetapkan mereka kami rumahkan dulu selama 3 hari," ujarnya, Senin (23/9/2019).
Dia meminta kepada guru-guru agar memberikan tugas kepada siswa yang diliburkan. Setelah 3 hari libur mereka wajib melaporkan tugas-tugas yang diberikan gurunya. "Untuk yang menjalankan mid semester, itu kan hanya mid semester jadi bsia digeser waktunya. Yang penting sekarang itu ya kesehatan," tegasnya.
"Saya sudah melapor ke pak Sekda (Ratu Dewa), ke DLHK juga sudah saya laporkan dan memang kondisinya sudab tidak bersahabat, dan bila selama 3 hari udara masih berbahaya akan kami tindak lanjuti kembali. Dan edaran ini juga untuk anak TK/PAUD," katanya.
Terpisah Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyikapi kondisi kabut asap yang menyelimuti Provinsi Sumatera Selatan khususnya di Kota Palembang. Terutama bagi siswa-siswi yang bersekolah pagi hari.
Namun, Gubernur menilai kondisi kualitas udara masih fluktuatif sehingga untuk mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah anak-anak belum diperlukan saat ini.
"Kita tidak boleh kaku juga, kalau masih wajar jangan diliburkan. Kan sudah diberikan silakan untuk menggeser jam sekolahnya saja. Kasihan dong kalau anak-anak sampai diliburkan mereka bisa ketinggalan pelajaran," ujarnya, Senin (23/9/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pengumuman-libur-sekolah.jpg)