Laporan Eksklusif
Pekerja Tol Bertaruh Nyawa
Pemandangan tak kalah mencengangkan juga terlihat di jalan tol tersebut tatkala kendaraan roda dua juga dibiarkan melintas di kawasan tersebut.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
PALEMBANG, SRIPO -- Puluhan kendaraan roda empat, baik mobil pribadi dan truk tampak santai nyelonong masuk ke dalam pintu masuk tol ruas Palembang-Kayuagung di Desa Pedu Ogan Ilir, Rabu (18/9) petang. Tanpa adanya penjagaan dari petugas, para pengendara dengan asyiknya masuk ke dalam jalan tol yang tengah memasuki progres penyelesaian (finishing).
Pemandangan tak kalah mencengangkan juga terlihat di jalan tol tersebut tatkala kendaraan roda dua juga dibiarkan melintas di kawasan tersebut. Kendati sudah ada imbauan dilarang melintas dan sedang ada pekerja tengah bertugas, para pengguna roda empat dan roda dua tampak asik melintas.
Akibat ulah pengemudi tersebut, para pekerja dihantui rasa takut, karena bisa saja kendaraan datang tiba-tiba saat mereka melakukan pekerjaan. Memasuki jalan tol yang sedang dalam pekerjaan, para pengguna jalan yang bandel tak bisa serta merta langsung dapat dengan mulus melaju keluar ke tol Kayu Agung.
Para pengendara terpaksa harus berjibaku dengan jalan sedang dalam perbaikan. Di beberapa titik pengendara mobil terpaksa harus turun melewati jalan tanah merah lantaran badan jalan tol tengah dalam pekerjaan.
Banyaknya sejumlah titik yang sedang dalam pekerjaan, membuat para pengendara mobil bandel tak bisa keluar menuju pintu tol Kayu-Agung. Mereka terpaksa keluar melewati jalur alternatif di Desa Terusan Laut SP Padang Kabupaten OKI.
Dengan kecepatan sekitar 80 Km/Jam, para pengendara seakan acuh bahwa sedang ada petugas yang bekerja di tengah jalan dan nyawanya terancam saat ada kendaraan melaju pada proyek yang sedang dalam pekerjaan.
Banyaknya kendaraan nekat masuk ke dalam jalan tol yang sedang dalam pekerjaan dinilai mengancam keselamatan para pekerja. Sebagai contoh, kejadian lakalantas di ruas tol Kayu Agung beberapa hari lalu yang menyebabkan mobil Kijang Innova dan toyota Avanza lantaran pengendara nekat masuk ke jalan tol dari arah Lampung menuju Palembang.
Pengendara Kijang Innova yang melaju dengan kecepatan tinggi tak dapat menghentikan lajunya, terpaksa dan menabrak mobil avanza yang merupakan pegawai Waskita Karya tengah mengantar makan siang. Dalam insiden tabrakan tersebut menyebabkan pegawai Wakita Karya (sopir Avanza) meninggal dunia.
Ando, salah seorang pekerja jalan tol mengaku was-was dalam bekerja ketika ada kendaraan umum yang nekat nyelonong masuk ke dalam areal jalan tol yang tengah dalam pengerjaan.
Ia pun mengaku selalu waspada dengan melihat kanan dan kiri ketika sedang dalam bekerja, khususnya pada pengerjaan di badan jalan tol. "Kalau kendaraan umum itu masuk ngebut sekali, apalagi kan belum ada rambu-rambu. Jadi saya cukup was-was dalam bekerja," katanya.
Udin, pekerja lainnya juga mengaku cukup trauma pasca ada kejadian lakalantas yang menewaskan rekan mereka dalam bekerja. Ia pun mengaku heran dengan pengendara yang nekat masuk ke jalan tol, padahal pengejaran fisik belum rampung.
"Yang jelas cukup trauma, pasca kejadian kemarin. Kami juga selalu diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam bekerja," jelasnya.
Pimpinan Proyek Tol Pematang Panggang - Kayuagung, Fahrudin Haryanto membenarkan masih banyaknya pengendara bandel nekat masuk ke dalam jalan tol. Meski antisipasi sudah maksimal dilakukan dengan pemasangan rambu dan penjagaan, namun faktanya masih banyak pengendara yang nekat.
Bahkan, salah seorang pekerja turut tewas akibat kecelakaan lalu lintas dampak dari pengendara bandel masuk ke dalam tol.
"Kalau belum selesai ya jelas tidak boleh kendaraan umum lewat. Kemarin saja ada pekerja tewas karena lakalantas sesama mobil di dalam jalan tol," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mobil-melintasi-jalan-tol-yang-belum-rampung.jpg)