Kak Seto Dongeng di Sekayu Muba, Sebut Bumi Serasan Sekate Kabupaten Layak Anak (KLA)

Kak Seto Dongeng di Sekayu Muba, Sebut Bumi Serasan Sekate Kabupaten Layak Anak (KLA)

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Kak Seto Dongeng di Sekayu Muba, Sebut Bumi Serasan Sekate Kabupaten Layak Anak (KLA) 

Laporan wartawan sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

Kak Seto Dongeng di Sekayu Muba, Sebut Bumi Serasan Sekate Kabupaten Layak Anak (KLA)

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang dilaksanakan di Stable Berkuda Sekayu berlangsung meriah, mana kala Pemerhati dan Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau pria yang akrab disapa Kak Seto ini mendongeng untuk anak yang berada di Bumi Serasan Sekate, Selasa (10/9/19).

Sorak sorai ratusan anak yang berada di Stable Berkuda Sekayu sangat bersemangat, mana kala Kak Seto mengajak bernyanyi anak-anak yang hadir dari tigkatan SD, SMP, dan SMA.

Keseruan puncak HAN 2019 semakin menjadi mana kala Kak Seto bermain tebak lagu, sehingga yang bisa menebak lagu tersebut akan mendapatkan hadiah.

Usai mendongeng dan melakukan trik sulap di hadapan siswa sekolah, Kak Seto mengungkapkan sangat mengapresiasi sekali atas terselanggaranya puncak HAN 2019 di Sekayu ini.

Menurutnya Kabupaten Muba sangat pantas disematkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

BREAKING NEWS : Tiga Rumah di Jalan Kombes Pol Subarka Muaraenim Ludes Dilalap si Jago Merah

BMKG: Hari Ini Kualitas Udara di Kota Palembang tak Sehat!

Ibu Ahmad Dhani Bantah Tak Santuni Keluarga Korban Kecelakaan, Dul Jaelani Berkali-kali Ucap Maaf

"Kami Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) senang dengan terselanggaranya acara seperti ini, menurutnya kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan bagi anak-anak dalam menumbuhkan minat dan bakat. Pemkab Muba juga responnya sangat luar biasa dengan memberikan pembinaan terbaik siswa sekolah," kata Kak Seto.

Selain itu dirinya memberikan solusi terhadap Dinas Pendidikan di Kabupaten Muba untuk membentuk satgas anti Bullying agar tidak terjadi prilaku tersebut.

Satgas Bullyng ini terdiri dari Kepala Sekolah, guru, orang tua siswa dan siswa itu sendiri.

"Kita tekankan harus berani melapor jika ada prilaku bullying tentunya harus ada sanksinya. Saya mohon aktifkan satgas ini, karena di daerah lain sudah satgas anti bullying seperti Tanggeranv Selatan, Banyuwangi, dan Bengkulu Utara," ungkapnya.

Disinggung mengenai polemik antara PB Djarum dan KPAI, dirinya mengungkapkan bahwa hal itu tidak ada sama sekali konflik maupun polemik bahkan di bentur-benturkan antara keduanya.

Menurutnya KPAI hanya mengingatkan masyarakat dan industri pada Pertaturan Pemerintah No 109 tahun 2012, menyataka dengan tegas bahwa industri tembakau boleh mensponsori kegiatan sebagaimana dianjurkan boleh melibatkan pihak swasta. 

Inilah 5 Zodiak Terkenal Tulus, Setia, Apa Adanya dan Tidak Jaim dari Leo hingga Libra

Warga Lansia Miskin di Ogan Ilir Dapat Bantuan Darurat Sembako dari Dinas Sosial, Ini Syaratnya

Trailer The Lighthouse, Film Horor Garapan H.P Lovecraft, Robert Pattinson dan Willem Dafoe

"Tetapi untuk industri rokok itu tidak boleh mencantumkan label dan merk dalam kegiatan tersebut secara nasional. Jadi dalam hal ini mengacu pada peraturan, jika seandainya pihak djarum tidak berkenan pemerintah mengambil alih dengan melibatkan industri yang lain seperti pertambanhan, perikanan, bahkan BUMN juga bisa, jadi membangun dan membina olahraga diperukan orang banyak," jelasnya.

Sementara, Bupati Muba H Dodi Reza Alex, menambahkan dahulu waktu saya kecil saya selalu terkesan ketika Kak Seto menyampaikan cerita anak-anak, kedatangan beliau merupakan hal yang positif bagi Kabupaten Muba.

Karena Kabupaten Muba secara 2 tahun berturut-turut menjadi Kabupaten Layan Anak (KLA), dan pada tahun ini kita naik tingkat Madya untuk KLA.

Gugur Sebelum Terwujud, Inilah Kisah Slamet Riyadi Pencetus Terbentuknya Pasukan TNI Kopassus

Dirawat 44 Dokter, Kabar BJ Habibie Meninggal Buat Melanie Subono Geram, Penyebar Hoaks Dikutuk!

Lalu Lintas di Jalan R Sukamto Depan PTC tak Macet Lagi Setelah Dipasang Road Barrier Separator

"Kami berkomitmen menciptakan generasi anak-anak yang gembira melalui peran penting orang tua, sekolah, dan pemerintah. Kita menekankan pemenuhan dan hak-hak terhadap anak-anak, selain itu untuk anak disabilitas akan terus kita perhatikan,"ungkapnga. 

Mengenak kasus bullying yang masih marak, Dodi akan terus berupaya agar tindakan itu tidak terjadi lagi.

"Kita juga melakukan kerja sama dengan aparat penegak hukum tentu mengedepankan tindakan yang membuat suasana tingkat desa sampai kecamatan agar layak anak,"jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved