Pihak Asing Terlibat di Gejolak Papua, Tito Karnavian Siagakan Pesawat Terbang Berangkatkan Pasukan

Pihak Asing Terlibat dalam Gejolak Papua, Tito Karnavian Siagakan Pesawat Terbang Berangkatkan Pasukan

Pihak Asing Terlibat di Gejolak Papua, Tito Karnavian Siagakan Pesawat Terbang Berangkatkan Pasukan
AFP/Hasyim Kelirey
BKO -- Sebuah bangunan yang dibakar massa saat terjadi kerusuhan di Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (20/8/2019). Dijelaskan petugas, lebih dari 250 Napi Lapas Sorong kabur dampak kerusuhan tersebut. Untuk mengamankan Kota Sorong dan Manokwari, sebanyak 325 personel Kostrad dan 189 Brimob Polda Sultra diBKO-kan. 

Kecam Pihak Asing Terlibat dalam Gejolak Papua, Tito Karnavian Siagakan Pesawat Terbang Berangkatkan Pasukan

SRIPOKU.COM, JAKARTA-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pemerintah menyiagakan pesawat terbang untuk mengangkut pasukan ke Papua dan Papua Barat. Helikopter juga disiapkan dalam keperluan operasional memulihkan kedaan pasca-kerusuhan yang diwarnai perusakan, pembakaran dan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Papua sudah relatif aman. Pasukan dari Polri maupun TNI yang sudah turun ke Papua dan Papua Barat lebih 6.000 itu ada di Jayapura, Manokwari, Sorong, kemudian di Paniai, Deiyai, Nabire, Fakfak. Kita standby-kan juga pesawat dari Polri maupun TNI termasuk heli kalau seandainya diperlukan,” ujar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, setelah acara memperingati hari ulang tahun ke-71 Polwan, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/9).

Menurut Kapolri, kondisi di Papua dan Papua Barat sudah relatif aman dan berangsur kondusif pasca-kerusuhan seusai unjuk rasa di sejumlah wilayah. Pemerintah menyiagakan ribuan personel gabungan bersama TNI dan Polri untuk mengamankan situasi di Papua.

Tito Karnavian menunjukkan komitmennya untuk mengamankan situasi dan keamanan di Papua pasca unjuk rasa berujung kerusuhan di sejumlah wilayah tersebut. Tito mengatakan akan menambah pasukan yang diterjunkan ke Papua apabila memang dirasa kurang atau diperlukan. Untuk saat ini sendiri, sudah ada 6.000 personel gabungan TNI-Polri di Tanah Papua.

“Kalau kurang akan saya tambah lagi, saya dengan Pak Panglima (Marsekal Hadi Tjahjanto, Red) sudah komitmen. (Kalau) kurang, akan tambah lagi sampai situasi aman,” ujar Tito.

Tito juga menegaskan akan berangkat ke Papua langsung untuk memastikan keamanan di lokasi. Tak sendiri, ia akan didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Menurut mantan Kapolda Papua dan Metro Jaya itu, dirinya akan berada disana seminggu lamanya atau hingga situasi benar-benar aman.

“Kita akan berangkat ke sana untuk jaga keamanan. Saya akan paling tidak, mungkin 4-5 hari atau seminggu akan ada di situ (Papua) sampai situasi benar-benar aman,” ucapnya.

Jenderal bintang empat itu pun kembali menegaskan jika situasi panas tak kunjung reda, pihaknya siap menambah pasukan untuk mengamankan dan melakukan penegakan hukum. “Kalau tidak (aman) atau kurang, saya akan menambahkan pasukan dan kalau ada yang melakukan kerusuhan kita akan tegakkan hukum pada mereka,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak pihak yang telah turut membantu untuk berdialog masyarakat setempat guna meredam kerusuhan. Antara lain pihak-pihak tersebut adalah Wakil Gubernur Papua, Kapolda hingga Pangdam setempat.

Halaman
1234
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved