Retno Purwati: Kalau Sriwijaya Fiktif, Berarti Semua yang Menulis tentang Sriwijaya Juga Fiktif
Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif, Ridwan Saidi Diminta Buktikan, Arkeolog: Fiktifnya Dimana?
Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
Ridwan juga menganggap bukti-bukti yang ada keliru, termasuk prasasti yang tidak bisa diterjemahkan Arkeolog.
• Girlband Korea CLC Rilis Foto Teaser untuk Lagu Terbaru, Penggemar Salah Fokus dengan Benda Ini
• Mulai 2 September Berikut Daftar Tarif Baru Ojek Online, Gojek dan Grab Berlaku di Seluruh Indonesia
• Tes MotoGP Misano Hari ke-2: Fabio Quartararo Tercepat, Marc Marquez Kedodoran
Retno menjelaskan kembali mengenai prasasti yang menjadi bahan perdebatan.
"Prasasti kota kapur tidak ditemukan di Bukit Siguntang, tapi ditemukan di Kota Kapur, Tepi Sungai Mendo Bangka, Provinsi Bangka Belitung," jelas Retno.
Dan semua prasasti dari masa Sriwijaya itu sudah terbaca ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa, menggunakan bahasa Melayu Kuno bukan bahasa Armenia.
Prasasti-prasasti yang membicarakan tentang Sriwijaya bukan hanya Prasasti Kedukan Bukit, Kota Kapur, Talang Tuwo, tetapi juga ada prasasti Bom Baru, Prasasti Kambang Ulin I, Kambang Ulin II.
Ridwan mengaku telah menyampaikan ide pemikirannya pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Retno bahkan membantah jika pihak LIPI akan menerima pernyataan dari Ridwan Saidi terkait kekeliruan bahasa yang digunakan pada prasasti tersebut.
"Saya kok gak yakin ya temen-temen dari LIPI bisa menerima bahwa bahasa yang digunakan prasasti-prasasti di masa Sriwijaya dari bahasa Armenia, karena pihak mereka juga ada juga arkeolog, dan mereka juga paham sejarah Sriwijaya," timpal Retno.
Retno pun menuturkan jika Sriwijaya bukan hanya milik Indonesia, atau Palembang saja, tetapi sudah jadi milik dunia.
"Saya melakukan penelitian intensif dari tahun 1982-1992, rekomendasi dari organisasi kebudayaan negara-negara Asia Tenggara untuk meneliti sejarah Kerajaan Sriwijaya untuk masing-masing negara.
Kalau Sriwijaya fiktif, berarti semua yang menulis tentang Sriwijaya juga fiktif," kata Retno.
Ridwan tetap menyangkal perihal biografi yang selama ini dibuat tentang Sriwijaya.
• Cuma Gegara Ini, Raffi Ahmad Tega Buat Nagita Slavina Nangis di Malam Hari, Nisya sampai Bela Gigi!
• Kisah Istri Gugat Cerai Suami Cuma Karena Terlalu Baik dan Sempurna, Ini yang Terjadi Setelahnya
• Sulit Buang Air Besar? Jangan Panik, Lakukan 6 Cara Ini agar Buang Air Besar Lancar
Retno kembali menyanggah bantahan budayawan asal Betawi tersebut.
"Sriwijaya ini tidak hanya diberitakan oleh orang lokal, tetapi juga mancanegara," tambah Retno.
Selama ini menurut penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Sriwijaya ada, namun Ridwan mengatakan fiktif, hal ini memperlihatkan dua hal yang berbeda.