Dalam Kubur

Penyeselan Orang Di Dalam Kubur

Dalam surah Al-Alaq Allah SWT menyatakan yang artinya “sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. H. Syarifuddin Ya'cub MHI 

Rasulullah SAW dalam sabdanya menjelaskan ; Dari Abu Hurairah dan Ibnu 'Umar ra. Bah­wa­sa­nya keduanya mendengar Rasulullah SAW bersabda di atas mimbarnya: "Orang-o­rang yang bi­asa meninggalkan shalat Jum'at harus segera menghentikan kebiasaannya itu atau ka­lau tidak ma­ka Allah akan mengunci hati mereka kemudian mereka termasuk orang yang la­lai. (HR. Muslim)

C.    Mempersiapkan diri sebagai calon Penghuni Surga : Rasulullah SAW menyatakan, se­luruh umatku masuk surga, kecuali bagi yang tidak mau.

Para sahabat terkejut dan menanyakan, siapa yang tidak mau tersebut. Maka Rasulullah SAW melanjutkan keterangan beliau: "Seluruh u­matku akan masuk kedalam surga, melainkan o­rang yang menolak.’

 Seorang sahabat bertanya. "Wahai Rasulullah siapakah orang yang me­no­lak itu?. Jawabnya "Siapa yang menta'atiku (yang mengikuti sunnah) mereka masuk surga, dan ba­rang siapa yang durhaka terhadapku (maksiat) berarti dia menolak". (HR. Imam Bukhari, da­ri Abu Hurairah ra.)

Dalam sebuah dialog seorang sahabat meminta petunjuk kepada Rasulullah SAW yang artinya: "Dari Abu Ayyub Kholid bin Zaid Al-Ansory ra.

Bahwasanya seorang Laki-laki bertanya kepada Ra­sulullah SAW "Ya Rasulallah! Beritahukan kepadaku amal-amal apa yang akan memasukkan a­ku ke Surga?

 Nabi Muhammad saw. mengatakan: Engkau mengabdi(menyembah) kepada Allah SWT, dan jangan mensekutukanNya dengan sesuatu, dan mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan menghubungkan silaturrahim. (Muttafq 'alaihi).

Dari dialog tersebut di atas, memberikan panduan bagi seseorang yang mempersiapkan dirinya sebagai calon penghuni Surga adalah; Pertama, melakukan pengabdian yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT apapun yang dilakukan oleh seseorang dalam aktifitas kesehariannya adalah dalam kerangka pengabdiannya sebagai hamba Allah SWT (Ibadah umumiyah).

Profesi yang dia tekuni adalah amanah Allah SWT sebagai kontribusinya dalam upaya memberikan ke­mu­dah­an bagi umat manusia dalam kehidupan dimuka bumi ini.

Melaksanakan tugas secara pro­fes­si­onal dan proporsional dengan pengertian ikhlas dan inilah yang dimaksud Rasulullah SAW, de­ngan memiliki sifat sempurna.

Sifat sempurna menurut Rasulullah SAW itu adalah; "Berkata benar dan bekerja dengan jujur".

Kedua, tidak melakukan sesuatu yang cenderung kearah syirik; seperti ria, yaitu dalam semua ke­giatannya ingin mendapat pujian orang.

Memang Rasulullah SAW menghawatirkan umatnya kelak dapat terkontaminasi oleh syirik kecil yaitu ria.

Orang yang melakukan ibadah karena ria artinya tidak ikhlas karena Allah SWT, maka pada hari kiamat kelak Allah swt. tidak mau berbicara kepadanya

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata;" Saya mendengar Ra­sulullah SAW bersabda": "Sesungguhnya manusia yang mula pertama diputuskan nanti pada hari kiamat adalah seorang yang mati syahid dimana ia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta iapun mengakuinya, lantas ditanya:

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Tags
Penyeselan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved