Dalam Kubur
Penyeselan Orang Di Dalam Kubur
Dalam surah Al-Alaq Allah SWT menyatakan yang artinya “sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas
A. Mengingat Mati ; Sebagaimana telah dikemukakan pada awal tulisan ini bahwa manusia dihidupkan di dunia ini adalah untuk diuji, siapa yang paling baik amal ibadahnya di antara mereka!
Maka orang-orang yang mendapat hidayah Allah SWT akan merasa mudah saja melakukan amal-amal shaleh sebelum menemui kematiannya. "Yang menjadikan mati dan hidup (bagi manusia) untuk menguji, siapa diantara kamu (manusia) yang baik amal ibadahnya dan Allah maha gagah dan maha pengampun". (QS:67 Al Mulk:02)
Rasulullah SAW mengingatkan kepada para sahabat dengan sabda beliau yang artinya: "Jadilah kalian di dunia ini seperti orang asing, atau orang yang sedang dalam perjalanan (pelancong), dan bersiaplah diri kamu sebagai ahli (penghuni) kubur." (HR. Mujahid dari Ibnu Umar ra.)
Kemudian Rasulullah bertanya: "Kalian ingin masuk surga! Jawab sahabat; "Ingin ya rasul!" Lalu beliau bersabda; "Lenyapkan khayalanmu, hendaklah malu kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh." Sahabat menjawab, "kami sudah malu kepada Allah", maka jawab Nabi Muhammad SAW; "Bukan demikian, yang dimaksud ialah; Ingat kubur dan isinya, pelihara perut dan isinya, pelihara kepala dan panca indera, dan barang siapa ingin mulia di akhirat; tinggalkan kemewahan dunia.
Itulah yang dimaksud dengan malu kepada Allah SWT dengan demikian kalian menjadi kekasih-Nya." Lalu Rasulullah membaca ayat: Artinya: "Kalian dilupakan oleh kemewahan dunia, sampai masuk ke dalam kubur." ( QS. 102. At-Takatsur :1-2)
Lalu sabda beliau: "Manusia mengaku: Ini hartaku, Ini kepunyaanku, ketahuilah: kepunyaanmu tidak bermanfaat, kecuali yang dimakan habis, atau dipakai sampai rapuh, atau yang di sedekahkan, itulah yang tetap". (HR. Humaidy Thawil dari 'Ajil)
Karena itulah mereka (yang ingin beruntung di akhirat) mempersiapkan diri, dan memanfa'atkan waktu yang tersisa dalam kehidupan kesehariannya dengan ibadah sebagai berikut;
B. Meningkatkan Ibadah : Orang-orang mukmin akan memprioritaskan amal ibadahnya pada hari Jum'at, karena hari Jumat adalah hari yang sangat mulia, salah satu dari 3 hari raya agama Islam.
Pada hari Jum'at, Allah SWT menyempurnakan serta meridlai Islam sebagai agama dan nikmat bagi umat manusia. Pada hari Jum'at, Allah SWT menciptakan Nabi Adam as.
Memasukkannya ke dalam surga, mengeluarkannya dari surga, serta memberikannya rahmat dan ampunan.
Allah SWT memerintahkan kiamat pada hari Jum'at, dan ada suatu saat di hari Jum'at jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah 'Azza wa Jalla, niscaya Allah akan memenuhinya.
Apabila pada hari Jum'at permintaan hambanya tidak dipenuhi-Nya, sungguh Allah SWT telah menyimpankan untuk hamba-Nya bagian yang lebih baik.
Apabila hamba-hamba Allah SWT selamat pada hari Jum'at, maka selamatlah mereka pada hari lain.
Allah SWT mewajibkan Shalat Jum'at (fardlu 'ain) bagi Mukmin, Muslim -Laki-laki yang merdeka, baligh, berakal, sehat dan berada di kota atau desa (mustautin).
Kecuali budak yang dimiliki, perempuan, anak-anak, orang sakit dan musafir. Firman Allah SWT dalam surah Al Jumu'ah ayat 9 yang artinya; "Wahai sekalian orang yang beriman! Apabila diserukan untuk shalat di hari Jum'at, maka bersegeralah kamu sekalian menuju zikir kepada Allah (shalat Jum'at), dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila shalat telah didirikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah. Dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung". (QS 62 Al-Jumu'ah:9-10).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yacub1.jpg)