Berita Palembang

Dapat Order Fiktif dari Orang Tidak Dikenal, Perusahaan J&T Express Alami Kerugian Hingga Rp 85 Juta

Akibat orderan fiktif yang dilakukan oleh orang tidak dikenal atau OTD, perusahaan jasa pengiriman barang J&T Express rugi Rp 85 juta.

Dapat Order Fiktif dari Orang Tidak Dikenal, Perusahaan J&T Express Alami Kerugian Hingga Rp 85 Juta
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Badaruddin (38), melaporkan kejadian yang dialami J&T Express Cabang Plaju, ke SPKT Polresta Palembang karena dapat orderan fiktif hingga merugi 85 juta, jumat (23/8). 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Akibat order fiktif yang dilakukan oleh orang tidak dikenal atau OTD, membuat perusahaan jasa pengiriman barang J&T Express Cabang Plaju mengalami kerugian mencapai Rp 85 juta.

Tak terima atas kejadian itu J&T Express melalui salah satu karyawannya Nur Badaruddin (38) warga Jalan Perindustrian I, Komplek Sukadamai, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jumat (23/8).

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal dari terlapor dengan nomor 081356522XXX pada Kamis (15/8) sekitar pukul 17.09, di Kantor J&T Express Cabang Plaju yang beralamat di Jalan Yaktapena, Kecamatan SU II, Palembang.

" saat itu pak kami mendapatkan orderan dari telepon itu, tetapi setelah kami telusuri ternyata orderan itu fiktif. Sehingga kami merasa dirugikan oleh orang yang belum diketahui tersebut," ungkap Nur kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Begal Jalinsum Mengganas Rampok dan Tembak Hingga Tembus Paha Warga Lampung

Bakar Lahan Milik Sendiri Oknum PNS di Musirawas Sumsel Ditangkap Polisi

Melawan Saat Disergap Jual Motor Curian, Pria di Palembang Ini Tewas Ditembak Jatranras Polda Sumsel

Karena itulah, melalui surat kuasa dari perusahaan korban kemudian membuat laporan kepolisian sehingga dapat diproses secara hukum dengan ditangkapnya terlapor yang sudah membuat orderan fiktif tersebut.

"Perusahaan merasa dirugikan pak, karena akibat orderan fiktif ini kami harus merugi. Bahkan uang tersebut tidak sedikit karena mencapai lebih kurang Rp 85 juta akibat ulah orang tak diketahui tersebut," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit II SPKT Polresta Palembang, Ipda Juan Pahrul SH membenarkan adanya laporan terkait kasus penipuan yang dialami oleh salah satu jasa pengiriman barang.

"Laporan sudah kita terima dan akan kita tindaklanjuti, berkas laporan akan diserahkan ke unit Reskrim Polresta Palembang. Untuk pasal yang digunakan dalam kasus ini yakni pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun penjara," tutupnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved