Mengisi Kemerdekaan
Mengisi Kemerdekaan Melalui Budaya Literasi
Tepat tanggal 17 Agustus 2019, sudah 74 Tahun negara Indonesia merdeka.
Menurut Lembaga Survei Internasional bekerjasama dengan Kemendikbud melalui data dapat menjawabnya.
Program for International Student Assessment ( PISA) tahun 2012 hasil penelitian menunjukkan, Indonesia memperoleh peringkat 60 pada skor 396 namun ketetapan PISA sebesar 500 dari total 65 peserta perwakilan negara pada kategori membaca dengan indikator (memahami, menggunakan, merefleksikan dituang dalam bentuk tulisan).
Pada capaian 2009 Indonesia pada urutan 57 dengan skor 402 dari total 65 Negara, Skor capaian naik tetapi peringkat menurun.
Dalam kurung waktu 2006 Indonesia memperoleh skor 393 dari 56 negara peringkat literasi membaca ke 48.
Kemampuan terbaik literasi membaca di Asia Tenggara, pada penelitian PISA tahun 2012 dipegang singapura menduduki peringkat ke 3, negara tentanga Malaysia ada di atas Indonesia.
Selintas pembahasan PISA pada capaian peringkat tidak hanya soal peringkat membaca, tetapi mengunakan dua hasil ukuranlainnya, yaitu matematika dan sains.
Pada matematika mencangkup mengidentifikasi dan memahami yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari, sedangkan pada sains mencangkup pengetahuan dan mengidentifikasi masalah dengan memahami fakta dan menyinpulkan keputusan tentang alam dan perubahan lingkungan, namun hasilnya belum menuju lebih baik dari skor literasi membaca.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi mengungkapkan bahwa kemampuan literasi masyarakat indonesia jauh tertinggal empat tahun dari negara-negara maju.
Hasil analisa yang dikemukakannya, bahwa kemampuan membaca siswa kelas 3 SMA hanya setara dengan peserta didik kelas 2 SMPdi negara maju, bahkan masih ada siswa dan Mahasiswa didaerah terpencil belum mampu memahami makna dan membaca lancar.
Melengkapi fenomena yang terekam, Indonesia negara buncit se Asia terkait dengan budaya Literasi, lebih memprihatinkan di kalangan pelajar, guru, mahasiswa, maupun akademis tidak lebih dari satu jam perhari.
Berdasarkan Study International Association for the Evaluation of Education ( IEA) menganalisa, Diasia Timur, tingkat rendah Literasi di pegang negara Indonesia denagn skor 51,7 dibawah filipina ( skor 52,6)
Kemampuan masyarakat Indonesia menguasai bahan bacaan juga minim, hanya mencapai 30 persen.
Untuk rata-rata lama sekolah ( Angka melek huruf) orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen.
Malaysia sudah mencapai 86,4 persen dan negara-negara maju sudah mencapai 99.0 persen. Kemampuan anak Indoensia mencapai titik terendah 0,001 persen mengutip laporan UNESCO , dan dari sisi publikasi Indoensia mampu mempublis 8.000 judul pertahun, sedangkan negara vietnam mencapai 15.00 dan 45.000 judul buku pertahun.
Menurut John.W.Miller, selaku presiden Central Connecticut State University , digunakan lensa untuk memantau jalannya literasi dan sumber daya manusia yang mendukung seperti perpustakaan dan pembaca surat kabar dan tahun tempuh sekolah (Literasi).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kencana1.jpg)