Berita Palembang

WP Tersangka Penipu Calon PNS ini Baru Keluar Lapas Wanita Palembang Langsung Ditangkap Lagi

Sat Reskrim Polresta Palembang Unit Pidana Khusus atau Pidsus menangkap seorang makelar penerimaan calon pegawai negeri sipil .

WP Tersangka Penipu Calon PNS ini Baru Keluar Lapas Wanita Palembang Langsung Ditangkap Lagi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
WP saat diperiksa di bagian pidana khusus Sat Reskrim Polrestabes Palembang, Selasa (20/8/2019) dalam kasus penipuan penerimaan CPNS. 

Laporan wartwan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sat Reskrim Polresta Palembang Unit Pidana Khusus  atau Pidsus menangkap seorang makelar penerimaan CPNS atau calon pegawai negeri sipil  kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkumham Sumsel.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kanit Pidsus Iptu Hari Dinar membenarkan anggotnya sudah berhasil menangani kasus ini, Selasa (20/8).

"Pelaku WP (41) dulu PNS khusus bagian rekrutmen di Kemenkumham dan telah melakukan penipuan kepada calon CPSN,"Ungkap Iptu Hari Dinar, Sore.

Lanjut Kanit Pidsus, pelaku hingga kini tidak lagi bekerja di Kemenkumham dan kasus yang dijerat juga sudah berlangsung sejak tahun 2008 sampai 2012.

Pelaku juga sudah ditahan karena laporan itu divonis hakim satu tahun dan dijalani selama enam bulan di Lapas Wanita.

" Benar, dia sebelumnya sudah ditangkap 2018, dan ditahan enam bulan. Setelah dia keluar dari lapas hari ini kita tangkap lagi. Sebab ternyata ada lagi laporan yang sama di tahun itu. Ada lima laporan kepada kami,"tegasnya.

Artinya lanjut Dinar, tersangka WP ini baru keluar penjara langsung ditagkap lagi.

Obi Prisman Tersangka Kasus Tewasnya Siswa Baru SMA Taruna Indonesia Jalani Pemeriksaan Tambahan

Penumpukan Kendaraan Saat Jam Masuk dan Keluar Sekolah Sebabkan Kemacetan Panjang

Polairud Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Sabu Jalur Sungai Sembilang Desa Sungsang Banyuasin

Sambungnya, korban telah mendapatkan uang hingga ratusan juta. Sebab dari lima korban yang melapor ada yang menyetor uang 60 juta, 50 juta, 80 juta hingga 100 juta.

" Jadi ada 5 korban, dan hingga kini sudah kita tangani 3 korban," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved