Informasi Haji 2019

Jemaah Haji Alami Dehidrasi; 11 Jam Menunggu Bus, Bergeser ke Mina, Arafah Diguyur Hujan Petir

Jemaah haji usai wukuf di Arafah jelang malam, Sabtu (10/3) bergerak ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit (bermalam) hingga Minggu dini hari, (11/8)

Jemaah Haji Alami Dehidrasi; 11 Jam Menunggu Bus, Bergeser ke Mina, Arafah Diguyur Hujan Petir
Istimewa
Jemaah Haji berphoto bersama saat menuju kawasan jamarat Mina untuk melakukan prosesi melempar Jumrah Aqabah. 

SRIPOKU.COM, MINA - Jemaah haji usai wukuf di Arafah jelang malam, Sabtu (10/3) bergerak ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit (bermalam) hingga Minggu dini hari, (11/8).

Pada saat pergeseran dari Muzdalifah menuju Mina, armada angkutan yang membawa jemaah terbatas sehingga proses migrasi jemaah berlangsung bertahap, mulai pukul 01.30 hingga pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Diduga, lama waktu tunggu di Muzdalifah dan terik matahari pagi mulai menyengat ditambah kondisi jemaah yang letih, diduga menjadi pemicu jemaah haji banyak mengalami dehidrasi.

Usai Melempar Jumrah Aqabah, Jemaah Haji Langsung Tahallul Awal

Jemaah Haji Saat Tiba di Muzdalifah Langsung Dibagikan Kantong Berisi Batu kerikir

Pantauan di lokasi Muzdalifah, umumnya jemaah haji yang mengalami dehidrasi rata-rata wanita berusia di atas 60 tahun. Jemaah yang mengalami dehidrasi cirinya antara lain, air seni berwarna kuning, mulut terasa kering, pusing dan kran otot. Hal itu dialami jemaah haji asal Palembang, khususnya Kloter 2, seorang jemaah haji jatuh pingsan saat hendak ke Mina. Lantaran tidak memungkinkan, ia bergerak ke Mina paling akhir karena ditangani petugas kesehatan Kloter. Jemaah mulai siuman, setalah dimasukan cairan infus. Barulah mereka dibawa ke tenda Mina. Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Muzdalifah maktab 52. Beberapa jemaah harus dibopong saat menuju Mina.

Kontributor Sripo di Mina, H RM Syukri melaporkan, hingga pukul 05.00 WAS atau pukul 09.00 WIB, Minggu (11/8) sebagian jemaah sudah bergeser ke Mina. Setelah melaksanakan rangkaian puncak haji wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Berdasarkan rencana, seluruh jemaah ditargetkan terdorong ke Mina pada Minggu pagi. Namun pendorongan terkendala padatnya arus lalu lintas,

"Beberapa jemaah haji yang masuk Mina pukul 04.00 WAS, usai subuh mereka langsung melempar jumroh Aqabah. Namun ada juga yang terjadwal melontar pukul 10.00, langsung dibatalkan karena kawasan Jamarat padat dan jalan akses ditutup," katanya, seraya menambahkan, jadwal melontar dialihkan usai shalat Isya.

Dilaporkan pula, jumlah jemaah haji asal Sumsel (Palembang) yang wafat sebanyak lima (5) orang, sebagian wafat di rumah sakit. Berikut nama-nama jemaah yang wafat Hasanudin (75) asal OKI, Maisaro Akib (57) asal Palembang, Badri Anang Ahmad (78), Bandi Rustandi Saemi (79) dan Kaminem Matahir Asir (58) asal OKU Timur.

HujanPelaksanaan Wukuf di Padang Arafah tahun ini diwarnai anomali cuaca ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut bahkan hingga ke puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019). Cuaca yang awalnya terik dan menyengat, seketika tertutup awan mendung dan tak lama kemudian hujan deras mengguyur. Hujan mengguyur disertai petir yang menyambar. Hujan berlangsung selama sekitar dua jam dari mulai pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat. Setelah itu cuaca kembali cerah berawan. Namun, justru banyak jemaah yang bertahan di Jabal Rahmah untuk meneruskan doa mereka. Tak lama kemudian hujan mereda, tetapi cuaca tetap terasa teduh berawan sehingga cukup ramah untuk jamaah dari Indonesia. (sin)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved