Informasi Haji 2019

Setelah Melempar Jumrah Aqabah, Jemaah Haji Langsung Tahallul Awal

Setelah melakukan lempar jumrah Aqabah, jemaah haji langsung melakukan tahallul dan melepas pakaian ihram dengan pakaian biasa

Setelah Melempar Jumrah Aqabah, Jemaah Haji Langsung Tahallul Awal
ist
Jemaah Haji berjalan menuju kawasan jamarat Mina untuk melakukan prosesi melempar Jumrah Aqabah 

Laporan Wartawan Sripoku.com/Muhammad Husin

SRIPOKU.COM, MINA -- Setelah melakukan prosesi melempar jumrah Aqobah yang ditempuh perjalanan sejauh 6 Km (PP) bagi jemaah haji yang tinggal di kawasan Maktab 53 Mina, jemaah haji khususnya asal Sumsel melakukan ritual tahallul awal, sebagai tanda sahnya jemaah haji melepas pakaian ihram dan menggantikannya dengan pakaian biasa. Hal itu menandakan, semua larangan ihram yang tadinya di dilarang menjadi boleh, terkecuali satu hal yang masih terlarang dilakukan sebelum Thawaf Ifadha, Sai dan Tahalallul Tsani, yakni berhubungan suami-istri (bercampur).

Kontributor sripoku.com di Mina H RM Syukri dan H Hendra Nawani sama-sama melaporkan, Minggu (11/8) pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul  01.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) , Senin (12/8) menyebutkan sebagian besar jemaah haji asal Embarkasi Pelembang sudah melempar jumrah Aqabah dan melakukan tahallul awal.

Selesai prosesi itu, jemaah haji dapat melepas ihram yang mereka kenakan sejak berangkat ke Padang Arafah, Jumat (9/8/2019) lalu. Berdasarkan kewajiban, jemaah haji di lokasi jamarat memotong beberapa helai rambut saja. Namun begitu tiba di tenda Mina, jemaah haji laki-laki, langsung memilih untuk menggundulkan kepala mereka dengan mesin cukur yang sudah disiapkan.

Usai tahallul awal,  jemaah haji  tak diwajibkan lagi mengenakan pakaian ihram saat melontar jumroh hari kedua, jumrotul ula, wustho, dan aqobah sekaligus. Saat pelemparan jumroh, banyak jemaah yang kelelahan. Sebab mereka harus berdesak-desakan dengan jemaah lainnya.

Usai melempar Jumrah Aqabah, jemaah haji langsung mengundulkan rambut di kepala mereka secara bergantian dengan mesin cukur rambut yang sengaja dibawa dari Palembang
Usai melempar Jumrah Aqabah, jemaah haji langsung mengundulkan rambut di kepala mereka secara bergantian dengan mesin cukur rambut yang sengaja dibawa dari Palembang (ist)

H RM Syukri melaporkan,  awalnya Kloter 2 Palembang melempar jumrah aqabah pukul 10.00, Minggu (11/8/2019). Namun di tengah perjalanan, pihak Maktab minta jemaah haji kembali ke tenda karena didapatkan kabar, kawasan jamarat terlalu padat, sehingga membahayakan jika dipaksakan untuk meneruskan perjalanan. Terlebih akses jalan menuju  jamarat sudah ditutup (blokir) aparat kemanan Saudi Arabiyah.  Disisi lain, udara di kawasan Mina cukup panas dan sesak.

"Jadwal melontar diubah sore. Alhamdulillah, udara sejuk dan kawasan jamarat tidak terlalu padat. Begitu juga saat berada di terowongan, juga terasa nyaman," kata H RM Syukri.

Dilaporkan juga, mengingat jarak jangkau antara tenda mina dengan lokasi jamarat cukup jauh, yakni 3 Km atau 6 Km (PP)  yang harus ditempuh berjalan kaki, maka jemaah haji yang uzur atau berhalangan karena sakit dibadalkan oleh anggota keluarga dan masing-masing Ketua Regu. (sin)

Penulis: Husin
Editor: muhammad husin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved