Ada Uangnya, Underpass Akan Dibongkar, Dicemaskan Ada Titik Air, Beberapa Bagian Sudah Rusak

Genangan air seringkali terlihat di permukaan jalan underpass Simpang Patal-Pusri. Kerap terlihat ada tetesan air dari celah atap underpass meski cuac

Ada Uangnya, Underpass Akan Dibongkar, Dicemaskan Ada Titik Air, Beberapa Bagian Sudah Rusak
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Ilustrasi - Sejumlah pengendara sepeda motor berteduh di underpas Simpang Patal-Pusri Palembang, Rabu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Genangan air seringkali terlihat di permukaan jalan underpass Simpang Patal-Pusri. Kerap terlihat ada tetesan air dari celah atap underpass meski cuaca tidak hujan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 PJN Wilayah III Provinsi Sumatera Selatan, Budi Karusi, mengatakan terkait hal ini ia belum bisa memastikan asal air rembesan tersebut. Untuk mengetahuinya, underpass harus dilakukan pembongkaran.

Banjir Kepung Palembang - Underpass Simpang Patal Macet Parah, 2 Km Tidak Bergerak

Tak Terawat dan Tanpa Penerangan, Komisi IV Minta BBPJN V Lakukan Perawatan Underpass Patal-Pusri

"Kita belum tahu, bisa jadi ada mata air yang baru keluar saat selesai pembangunannya atau ada hal lainnya. Namun yang jelas dengan adanya air ini sangat mempengaruhi struktur bangunan," kata Budi, Rabu (24/7).

Menurut Budi, pihaknya berkomitmen untuk dapat segera melakukan perbaikan. Hanya saja belum bisa dilakukan tahun ini lantaran keterbatasan anggaran. Kemungkinan di awal tahun nanti, tergantung persetujuan DIPA anggaran 2020 untuk bisa lakukan lelang dini.

"Kalau tidak diperbaiki saya juga menghawatirkan kejadiaan yang tidak diinginkan," ujarnya.

Budi menyebutkan, untuk tahun ini anggaran diperuntukkan pada pemeliharaan rutin yang ringan saja seperti pembersihan. Sedangkan penanganan air merembas baru akan ditanganin 2020 sebab ini penanganan struktur menggunakan dana rutin. Anggaran untuk pemeliharaan tahun ini besarannya Rp 21.000.000, dana yang dialokasikan di tahun ini jauh tidak mencukupi.

Tak hanya masalah rembesan air, untuk proses pengecatan juga belum dapat dilakukan tahun ini. Untuk tahun 2020 dialokasikan dana perbaikan menyeluruh. Sementara perbaikan assesoris lagi dihitung, perbaikan diambil dari alokasi dana pemeliharaan jembatan yang lain.

Budi menambahkan, besaran nilai anggaran penanganan underpass tahun 2020 belum ada persetujuan yang pasti. Meski demikian, pihaknya memastikan anggaran tetap ada walau belum diketahui jumlah besarannya.

Sementara, Apri Siagian selaku Kabid Persevasi dan Peralatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang menyatakan akan menindaklanjuti kondisi underpass sekarang. Selain adanya genangan air, beberapa dinding terlihat sudah mulai jebol, ada juga ornamen yang retak, hingga hiasan dinding khas Palembang yang kini sudah ada yang mulai lepas dari tempatnya. Rencana semua akan ditangani di Tahun Anggaran 2020 karena menggunakan uang rutin tidak cukup.

"Seperti lampu penerangan ini ada hutang enam bulan ke PLN. Kita sudah punya hutang kontrak sekian bulan ditanggulangi APBN. Kita membangun sesuai kebutuhan. Secara fisik sudah kita lakukam. Sekarang kota yang merawatnya dari beauty (kecantikan). Untuk rutin lampu itu bukan kita Pak. Silahkan tanya Pemkot. Kalau perawatan rutinnya kita. Tapi kalau rusak fandalisme, itu sudah keamanan," katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati SH MH, meminta agar BBPJN V (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang) mulai melakukan perawatan Underpass Simpang Patal-Pusri yang mulai mengalami kerusakan dan tak ada penerangan jalan. Pemgawasan semua aspek jalan itu dibutuhkan terutama jalan Underpass yang menghubungkan Patal-Pusri. Pasalnya kata Anita, perawatan baik jembatan maupun jalan harus dilakukan kontinue sangat vital mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan.

"Sekarang ini sudah mulai perlu perawatan di beberapa tempat sudah tidak terawat. Sementara itu satu-satunya underpass yang ada di Palembang," kata politisi Partai Golkar.

Terpenting lagi kata Anita, keamanan yang paling penting karena mulai ada tindak kriminal karena tidak tersedianya penerangan lampu jalan.

"Komisi IV meminta Pemprov, Pemkot karena ini aset agar perawatan, keamanan itu jadi tanggungjawab bersama. Terutama Pemkot. Beberapa waktu lalu terjadi begal yang ditembak di Macan Lindungan. Kita harapkan agar semua meningkatkan keamanan untuk di seluruh tempat yang dianggap rawan," ujarnya.

Maroi salah seorang warga Tanah Mas sempat mengaku anaknya pernah berkendara dan dibegal di Underpass ini. Ia berharap agar di kawasan ini mendapat perhatian pihak keamanan. (fiz/cr26)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved