Sekat Bakar Dan Karhutla, Kebakaran Hutan dan Lahan
Kebakaran Hutan dan Lahan pada tahun-tahun yang lalu telah menyisakan kisah panjang dari berbagai sendi kehidupan,
Metode isolasi adalah kegiatan memisahkan suatu kawasan hamparan bahan bakar dengan kawasan hamparan bahan bakar lainnya oleh suatu penyekat yang disebut jalur isolasi. Jalur isolasi bisa berupa jalur terbuka atau suatu jalur yang bervegetasi.
Jalur isolasi terdiri dari jalur isolasi alami dan jalur isolasi buatan. Jalur isolasi yang alami misalnya (sungai, sempadan sungai, kawasan lindung selain sempadan sungai, dan punggung bukit).
Jalur isolasi buatan terdiri dari jalur yang sudah ada, yang dirancang dengan tujuan bukan sebagai jalur isolasi tetapi dapat didayagunakan sebagai jalur isolasi (jalan hutan, alur batas petak, jalan Umum yang malintasi kawasan hutan) dan jalur khusus yang sengaja dibuat.
Untuk membuat Sekat Bakar Sendiri bukan merupakan sesuatu hal yang mudah dimana ada teori-teori yang harus dijalankan oleh seorang Fire Marshall (Pimpinan Tim Pemadam Kebakaran), dimana Fire Marshal harus dapat memperkirakan luas/besaran kebakaran tersebut untuk menentukan Panjang sekat bakar yang harus dibuat disamping itu juga harus mempertimbangkan sekat bakar alami yang ada (sungai, Danau Rawa atau Jalan disekitar lokasi).
Perkiraan Jarak pembuatan sekat bakar dengan nyala api, Pembuatan Jalur sekat bakar dan juga Rencana jalur penyelamatan sebagai persiapan apabila terkurung api.
Alat-lat yang digunakan juga bervariasi dan beragam tergantung besar kecilnya kebakaran yang terjadi, peralatan yang digunak dari yang sederhana seperti cangkul, garu dan kapak sampai ke Alat berat .
Metode Pembuatan Sekat Bakar sendiri ada 3 metode yang diterapkan selama pengalaman melakukan pemadaman kebakaran yaitu
1) Metode Dua Kaki yaitu metode pembuatan sekat bakar pada jarak 1 meter sampai 15 meter dari api utama dengan memanfaatkan juga batas batas alam yang dapat dipakai seperti jalan, kanal dan sungai.
2) Metode Paralel yaitu metode pembuatan sekat Bakar pada jarak 1 sampai dengan 15 meter dari api utama dimana sekat bakar dibuat secara serempak pada kedua sisi api utama dan juga memanfaatkan sekat bakar alam yang ada.
3) Sekat Bakar di Daerah Bergunung hal yang dilakukan juga sama membuat sekat bakar pada jarak 1 sampai dengan 15 meter dari api utama dan biasanya sekat bakar akan dibuat di belakang bukit pada lereng yang berlawanan arah dengan datangnya api.
Didalam kesempatan ini penulis memberikan sebuah ilustrasi tentang penerapan penggunaan sekat bakar sebagai bagian dari teknik Indirect Attack ( Pemadaman tidak langsung ) pada kejadian kebakaran di Dusun pancoran, Kab.Musi Banyuasin dimana Tim Pemadam Kebakaran PT.Tripupa Jaya, pada saat itu saya yang dipercaya oleh Managemen PT. PT.Tripupa Jaya (PT.TPJ) untuk mengomadoi Pasukan pemadam kebakaran PT. TPJ untuk memadamkan api, dengan menggunakan teknik sekat bakar kami berjibaku untuk mengendalikan kebakaran di dusun pancoran pada Tahun 2018 lalu.
Tentunya teknik ini akan lebih sempurna keberhasilanya jika dibantu dengan sumberdaya yang optimal, seperti regu pemadam, alat berat dan juga helikopter.
Pada kesempatan ini disampaikan sebagai salah satu contoh bahwa PT. PT.Tripupa Jaya mengerahkan total kekuatannya untuk membantu pemadaman di desa tersebut.
Keberhasilan Pemadaman Kebakaran ini memacu kami untuk lebih meningkatkan kemampuan kami di dalam proses penanggulangan kebakaran ini, diharapkan kedepannya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir sampai pada Zero Fire dengan bekerjasama dengan semua pihak dan Lini yang ada di Negeri yang kita cintai ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kebakaran-hutan-dan-lahan-karhutla-tepatnya-di-desa-palemraya-dusun-1-kecamatan-indralaya-utara.jpg)