Ramadhan dan NKRI

Bulan Suci Ramadhan memiliki makna khusus bagi bangsa Indonesia bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda

Ramadhan dan NKRI
ist
Prof. Dr. H. Jalaluddin

Ramadhan dan NKRI 

Oleh Prof. Dr. H. Jalaluddin

Mantan Rektor IAIN (UIN) Raden Fatah Palembang 

Bulan Suci Ramadhan memiliki makna khusus bagi bangsa Indonesia.

Dalam tulisannya Prof. Dr, Said Aqiel Siradj (2001) mengemukakan, bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda bertepatan dengan tanggal 8 Ramadhan 1364 H. Kini, bulan Suci Ramadhan seakan dengan setia mengikut dan menyertai perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjelang usianya yang ke-74 tahun.

Ramadhan sudah cukup lama ikut mengiringi perjalanan sejarah masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang hampir genap tiga perempat abad ini.

Refleksi keagungan dan keistimewaan Ramadhan itu terkemas tawaran dari Sang Maha Pencipta berupa rahmat, maghfirah dan ‘itqun minal-Nar (pembebasan dari siksa api neraka).

Rahmat adalah belas kasih yang dilimpahkan Allah kepada manusia dalam berbagai bentuk ihwal tanpa usaha, juga disebut karunia atau berkah (Ensiklopedi Indonesia, 1984).

Rahmat juga merupakan kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan ketidakberdayaan, sehingga mendorong yang bersangkutan untuk memberdayakannya (M. Quraish Shihab, 1996).

Kondisi yang demikian itu ternyata terhayatkan oleh para pejuang, pelopor dan pendiri bangsa ini pada saat-saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan sebagai awal terwujudnya NKRI ini.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved