Berita Ogan Ilir

Berita Ogan Ilir: Kerbau Berkeliaran di Jalan Umum

Hampir setiap hari pemandangan menuju Kawasan Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI)

Berita Ogan Ilir: Kerbau Berkeliaran di Jalan Umum
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIADI
Segerombolan hewan berkaki empat nampak berjejer di badan jalan menuju Komplek Perkantoran Tanjung Senai Indralaya. Tentu saja, kondisi tersebut sewaktu-waktu dapat membahayakan pengendara yang melintas. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Hampir setiap hari pemandangan menuju Kawasan Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) diwarnai kurang sedap dipandang mata.

Gerombolan hewan berkaki empat berupa Sapi dan Kerbau hampir setiap hari melintas di jalan poros tersebut.

Tentu saja keberadaan ratusan hewan berkaki empat itu membahayakan para pengendara.

Akibatnya para PNS mulai dari kalangan pejabat hingga pegawai rendah dan anggota DPRD harus menghentikan laju kendaraan, sebelum para gerombolan kerbau tersebut turun ke rawa-rawa.

Kejadian seperti ini, terkesan dianggap biasa, tidak ada tindakan nyata dari para pejabat maupun kalangan DPRD, agar para penegak peraturan daerah (Perda) yang mengatur hewan kaki empat yang berkeliaran untuk dilarang.

Kasat Pol PP Pemkab OI Ahmad Fauzi saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali menghimbau kepada para pemilik hewan ternak melalui Camat dan Kades untuk tidak meliarkan hewan kerbau tersebut dijalanan umum.

"Kita sudah melakukan sosialisasi Perda Hewan No 33 Tahun 2005 kepada seluruh masyarakat yang memiliki hewan ternak kaki empat. Tetapi tetap saja usaha yang dilakukan tidak diindahkan," ujarnya.

Memang, pihaknya berencana untuk melakukan penangkapan terhadap hewan kerbau, sapi maupun kambing yang diliarkan, namun masalahnya, tidak ada tempat penampungannya.

"Kalau kita menangkap hewan tersebut, tentu harus dikandangkan, nah kita sendiri tidak ada kandangnya, memang rencananya kita akan membuat kandang, bila suatu saat petugas kita menangkap hewan kaki empat yang diliarkan, sebab hewan tersebut bukannya satu, melainkan jumlahnya banyak," imbuhnya seraya mengatakan, saat ini pihaknya masih memberikan toleransi dan kesadaran kepada pemilik hewan, untuk mengkandangkan hewan ternaknya, untuk tidak diliarkan di tempat umum.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved