Keypad HADI PRAYOGO
Disrupsi Politik, Caleg Harus Gunakan Cara dan Norma Baru Jika Ingin Menang
Disrupsi meminjam istilah pengamat ekonomi paling beken saat ini Rhenald Kasali adalah sebuah perubahan mendasar yang membuat sebuah organisasi
Penulis: Hadi Prayogo | Editor: Siti Olisa
Lalu apakah cara-cara lama itu masih berlaku sekarang ini, terutama menjelang Pileg/Pilpres 2019 mendatang. Saya mengajak para kontestan menerapkan apa yang saya sebut sebagai disrupsi politik.
Disrupsi meminjam istilah pengamat ekonomi paling beken saat ini Rhenald Kasali adalah sebuah perubahan mendasar yang membuat sebuah organisasi atau perusahaan memenangkan persaingan.
Disrupsi tidak hanya sebuah cara baru tapi juga norma dan budaya baru meninggalkan cara dan budaya lama. Dan disrupsi sangat terkait dengan perkembangan teknologi saat ini.
Sehingga disrupsi politik bisa diartikan cara merebut dan mempertahankan kekuasaan dengan cara dan budaya baru yang terkait dengan teknologi informasi saat ini.
Karena itu para Caleg kalau menggunakan disrupsi politik ini, bisa diharapkan memenangkan pertandingan.
Munculnya pemenang Pilkada 2018 yang baru lalu tidak lain karena menggunakan cara cara baru misalnya menggunakan media sosial seperti yang dilakukan Ridwan Kamil, pemenang Pilgub Jabar 2018, menyapa warga pemilih melalui instagramnya.
Dengan follower 8,4 juta akun, Kang Emil begitu panggilan akrabnya menyapa masyarakat dengan bahasa sehari-hari tidak muluk-muluk. Dia siap membantu masyarakat yang kesulitan dalam layanan publik melalui IG tersebut.
Sebelumnya Presiden Jokowi juga berhasil memenangkan hati masyarakat Indonesia via cara-cara baru baik dalam Pilkada DKI 2012 maupun kemudian Pilpres 2014, menjadi media darling yang ternyata tidak bisa diikuti oleh para pesaingnya pada saat itu.
Sentuhan-sentuhan humanis serta kata-kata yang terkesan lugu menyentuh hati masyarakat bangsa ini untuk memilih Jokowi.
Pilgub Sumsel 2018 yang memunculkan Herman Deru sebagai pemenang, tetap mencuri perhatian.
Ini karena Herman Deru yang notabene tidak aktif dalam dunia pemerintahan sejak tidak lagi (terakhir Bupati OKUT 2013 lalu), bisa mengungguli tiga pesaing yang masih menjabat baik bupati (Dodi Reza Alex dan Azwari Rivai) maupun wakil gubenur (Ishak Mekki).
Tercatat Herman Deru paling aktif menggunakan media sosial baik Facebook maupun Instagram, dan yang ditawarkan adalah sama sekali berbeda dengan pesaingnya.
Sosok Herman Deru juga lebih membumi misalnya, hadir di acara sedekahan berbagai daerah, kunjungan ke pasar, bertemu dengan mertua, berkumpul dengan anak dan istrinya, sebagian saja postingan yang memunculkan dirinya sebagai figur politisi. Serta memunculkan tagline Pemimpin Baru.
Ubah Cara dan Norma
Kembali ke disrupsi politik tadi. Jack Ma, pendiri Alibaba, perusahaan transaksi daring terbesar di dunia juga mengatakan, fungsi guru pada era digital ini berbeda dibandingkan guru masa lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/keypad-hadi-prayogo_20180810_195252.jpg)