Keypad HADI PRAYOGO
Disrupsi Politik, Caleg Harus Gunakan Cara dan Norma Baru Jika Ingin Menang
Disrupsi meminjam istilah pengamat ekonomi paling beken saat ini Rhenald Kasali adalah sebuah perubahan mendasar yang membuat sebuah organisasi
Penulis: Hadi Prayogo | Editor: Siti Olisa
PARA visitor (pengunjung) sripoku, mulai hari ini seminggu sekali saya mencoba untuk menulis, mengupas dan berpendapat tentang hal yang menjadi fenomena di masyarakat.
Saya tentu berharap berkenan di hati para visitor yang budiman. Lalu mengapa saya namakan Keypad tidak lain agar ada warna kekinian.
Para tokoh pers negeri ini dulu juga sering menulis tentang sikap, pemikiran atas fenomena yang terjadi, seperti Bapak Jacob Oetama pada Tajuk Rencana Kompas, Catatan Pinggir Goenawan Mohammad, Catatan Dahlan Iskan, dan lainnya.
Keypad (deretan huruf dan numerik pada alat elektronik seperti komputer, laptop, iPad dan lainnya) Hadi Prayogo nantinya mengupas sosial, ekonomi, budaya dan politik.
Tentu saja kualitas tulisan tidak bisa disamakan dengan para senior tokoh pers nasional, mereka lebih tajam dan sarat pengalaman.
Namun paling tidak saya berupaya untuk menyajikan yang terbaik berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan referensi yang ada.
****
Membaca postingan saudara, kawan dan sahabat dalam minggu-minggu terakhir ini menunjukkan sebuah fenomena yang terkadang menggelitik dan bikin tertawa sendiri.
Misal “Hari gini, kalau ada orang yg tak kamu kenal tapi tersenyum ramah padamu, 90 persen dipastikan bhw dia Caleg”.
Ada lagi yang lebih lucu, postingan dari kawan sesama pemimpin redaksi, “Saya katanya gagah dan ganteng terus ada yang bilang kenapa tidak nyaleg”.
Ada juga yang kritis Caleg menjadi salah satu jenis pekerjaan (profesi) yang baru. Lalu yang mengagetkan dan kemudian jadi tertawa geli.
Lama tidak update, tiba-tiba seorang kawan posting dia kini Caleg nomor urut sekian dari partai tertentu.
Dan tentu saja ujung-ujungnya minta dukungan dan bahkan sudah menyiapkan links vote.
Itulah eforia dari proses demokrasi negeri ini. Lima tahun lalu memang belum terasa, tapi tahun ini begitu deras karena media sosial yang kian mengakar di masyarakat kita.
Dari beberapa postingan di atas bisa ditebak menurut persepsi masyarakat syarat menjadi Caleg ataupun kepala daerah dalam Pilkada adalah penampilan atau kerap disebut casing (meminjam istilah pada ponsel), lalu harus menyapa memasyarakat dengan senyum dan senantiasa blusukan agar dikenal dan akrab dengan para pemilih.
Masyarakat lalu melupakan kualitas, visi misiapalagi jika mereka menyebar “serangan fajar” atau politik uang, sebagian masyarakat kita harus disebut dengan rasa prihatin memang masih termakan dengan segala bentuk “serangan fajar” itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/keypad-hadi-prayogo_20180810_195252.jpg)