Kepemimpinan
Pemimpin Ideal Menurut Islam
Masalah kepemimpinan (leadership) merupakan pembahasan yang paling menarik dan tidak pernah ada habisnya.
Melalui bahasa yang diucapkannya dan melalui tindakan yang dilakukannya, sehingga membantu orang lain untuk memperoleh hasil yang telah ditetapkan sebelumnya serta menyelesaikan masalah dengan musyawarah mufakat untuk mendapatkan solusi ideal, sebagaimana praktek dalam kepemimpinan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin.
Kelima, berjiwa kharismatik.
Seorang pemimpin harus memiliki energi lebih, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa agar dapat mempengaruhi orang lain, sehingga setiap orang mau dan rela tanpa paksaan menjadi followernya.
Jiwa kharismatik tidak akan muncul jika seorang pemimpin tidak memiliki akal al-muktasab dan mustafad yang mampu menghasilkan ilmu-ilmu keutamaan Allah SWT, dan memperhatikan segala sesuatu yang berkembang di dalam dunia empirik berikut segala hal yang menjadi akibatnya (mura'at ma fi al-kharij wa ma yalhaquha min al-ahwal wa yatba'uha).
Kelima karakter pemimpin ini sangat penting tidak saja karena maju mundurnya kehidupan sebuah masyarakat tergantung pada kemampuan pemimpin dalam mengendalikan orang-orang, peralatan, sumber daya dan sumber-sumber lainnya.
Melainkan lebih dari itu, kesejahteraan yang menjadi cita-cita ideal hidup bermasyarakat, sedikit banyak terletak pada pundak para pemimpinnya.
Untuk itu, kelima karakter pemimpin tersebut, harus tersosialisasi dan termanifestasikan dalam kehidupan masyarakat. Jangan lagi muncul pemimpin yang hanya berorientasi pada kehidupan “perut” dirinya, mengorganisir massa keluarga dan dinastinya untuk mengeruk seluruh sumber daya demi kesejahteraan pribadi dan kroni-kroninya.
Dalam konteks Kota Palembang dan Sumatera Selatan, yang sebentar lagi akan melaksanakan Pemilukada memilih pemimpin-pemimpin terbaik.
Sudah saatnya karakteristik tersebut menjadi acuan dan barometer sebelum menentukan pilihan.
Sehingga cita-cita Kota Palembang dan Sumatera Selatan yang bervisi ketauhidan dan berprospek kesejahteraan dan kedamaian bukan lagi harapan dan khayalan belaka. Wallahu a'lam bishawab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/havis_20180323_094707.jpg)